Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Sunday, 13 October 2019

Kajian Semiotik dalam Naskah Drama



ESAI
KAJIAN SEMIOTIK
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Kajian Drama Indonesia
Dosen Pengampu : Ima Siti Rahmawati, M.Pd.
Disusun oleh:
Elmi Indriyani   (17.03.1.0013)
Nia Aprilaini    (17.03.1.0023)
Wiwi Sri Wahyuni (17.03.1.0017)
Dewi      (17.03.1.0003)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS MAJALENGKA
 2019
A.    Pengertian Semiotik
Kata “kajian” berasal dari kata “kaji” yang berarti pelajaran, penyelidikan (tentang sesuatu). Bermula dari pengertian kata dasar yang demikian, kata “kajian” menjadi proses, cara, perbuatan mengkaji, penyelidikan (pelajaran yang mendalam) atau penelaah. (Depdikbud,1999:431)
Menurut Cobley dan litza Janz 2002:4, Semiotika berasal dari kata seme, yang berarti penafsir tanda. Literatur yang lain menjelaskan bahwa semiotika berasal dari kata semeion yang berarti  tanda. Semiotik juga dipakai istilah semiologi ialah ilmu yang secara sistematik mempelajari tanda-tanda dan lambang-lambang, sistem-sistem lambang dan proses-proses perlambangan. (Luxemburg,1984:44).
Semiotik adalah ilmu tentang tanda-tanda. Semiotik mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan dan dan konvensi-konvensi yang memugkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti.  (Pradopo,2002:119).
Wiryaatmaja (1993:3) menyataka bahwa “semiotika adalah ilmu yang mengkaji kehidupan tanda dalam maknanya yang luas di dalam masyarakat, baik yang lugas (literal) maupun yang kias (figuratif, baik yang menggunakan bahasa maupun non bahasa”. Semiotik merupakan ilmu yang mempelajari sederetan luas obyek-obyek peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda.
Semi (2009:109) mengatakan bahwa “semiotik merupakan ilmu yang mengkaji  hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi dan ekspresi” apabila kajian sastra sudah dikaitkan dengan masalah ekspresi dan manusianya, bahasa, isyarat, gaya, dan lain sebagainya, hal ini berarti bahwa  kajian semiotik menyangkut aspek ekstrinsik dan intrinsik sebuah karya sastra.
 Dari paparan pengertian para ahli atas kajian semiotik ialah ilmu yang memahami simbol-simbol drama. Banyak simbol yang dimainkan dalam drama untuk mendukung keberhasilan permainan. Simbol-simbol itu merupakan kesatuan nalar.

1.      Ikon
Ikon adalah tanda yang merujuk pada objek yang ditandakan berdasarkan karakter yang dia miliki, artinya objek benar-benar ada atau tidak. Hubungan itu adalah hubungan persamaan, misalnya gambar gunung sebagai penanda yang menandai gunung (petanda). (Deledalle,1978:140)
2.      Indeks
Indeks adalah tanda yang berdasarkan pada objek yang ditandakan karena objek yang satu ditandakan oleh objek yang lain. Indeks merupakan hubungan yang timbul karena kedekatan eksistensi tetapi bisa juga menunjukkan hubungan sebab akibat antartanda. Misalnya, asap menandakan adanya api, mendung pertanda hujan. (Deledalle,1978:140)
3.      Simbol
Simbol adalah suatu tanda yang merujuk pada objek yang ditandakan berdasarkan kesepakatan, biasanya suatu masyarakat mempunyai gagasan umum yang menentukan interpretasi pada simbol berdasarkan acuan pada objek. (Deledella,1978:40)
B.     Langkah-Langkah Semiotik
Beberapa ahli pun mengatakan bahwasanya memahami karya sastra dengan pendekatan semiotik juga dapat dilakukan dengan menempuh 4 langkah, seperti:
1.      Mencari signifier utama yang dapat mempresentasikan seluruh inti karya sastra. Dapat pula mencari apa yang bisa dianggap sebagai penanda utama yang dapat mempresentasikan ini seluruh karya sastra.
2.      Membuat analisis sintagmatig  atau paradigmatik untuk mencari detail pendukung signifier utama. Dalam melakukan analisa paradigmatic dapat ditetapkan sebuah oposisi biner yang seirama dengan signifier utama.
3.      Untuk mendukung lebih lanjut signifier utama dapat ditetapkan dalam langkah pertama yang dilengkapi dengan analisa sekian banyak paradigmatic yang muncul dalam karya sastra .
4.      Melakukan analisis sintagmatik. (Ambarini,2012:21)
C.    Prinsip-Prinsip Semiotik
Adapun prinsip-prinsip dalam semiotik adalah sebagai berikut:
1.      Prinsip struktural,dimana tanda dilihat sebagai sebuah kesatuan antara sesuatu yang material dan konseptual. Dan fokusnya yaitu pada relasi unsur-unsur tersebut sehingga menghasilkan makna.
2.      Prinsip kesatuan (unity). Sebuah tanda merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara bidang petanda yang berupa konsep,gagasan, makna dan bidang penanda yang bersifat material atau kongkrit yaitu berupa tulisan, gambar, suara, objek. Semua itu seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.
3.      Prinsip konvensional, yaitu berupa kesepakatan sosial tentang bahasa (tanda dan makna) di antara komunitas bahasa.
4.      Prinsip sinkroni, yaitu sebuah kajian tanda sebagai sebuah sistem yang tetap dalam konteks waktu yang di anggap kontan, stabil dan tidak berubah.
5.      Prinsip representasi, yaitu dalam sebuah tanda merepresentasikan sesuatu realitas, yang akan menjadi rujukan atau referensinya. Sebuah tanda bunga, misalnya mewakili sesuatu di dalam dunia realita, sehingga hubungan tanda dan realitas lebih bersifat mewakili.
6.      Prinsip kontinunitas, yaitu hubungan antar sistem tanda dan penggunanya secara sosial dalam bahasa, bersifat berkelanjutan tidak pernah berubah, sehingga di dalamnya tidak ada kemungkinan adanya perubahan radikal pada tanda, kode dan makna, kecuali perubahan yang sangat kecil sekali. (Yasraf,2003:44-46)
D.    Kajian Semiotik pada Drama
Kalimantan yang dulu disebut juga Borneo, adalah salah satu pulau terbesar di nusantara dengan kekayaan alamnya yang menakjubkan serta hutan yang lebat dengan ratusan sungai yang berkelok-kelok telah memberi kehidupan bagi rakyat Kalimantan.
Alkisah nan jauh di desa terpencil di tengah pedalaman,hiduplah seorang janda tua dengan anaknya yang bernama Darmi. Sejak ayah Darmi meninggal, kehidupan mereka menjadi susah. Ayah Darmi tidak mewariskan harta sedikitpun. Sang ibu terpaksa bekerja di sawah orang sebagai buruh upahan. Sementara putrinya,Darmi adalah seorang gadis yang manja. Selain manja,ia juga adalah seorang gadis yang malas dan pesolek, kerjanya hanya bersolek dan mengagumi kecantikannya.
Hingga suatu hari….

Ibu : “Darmi, Darmi,anakku,ayo bantu ibu bekerja di sawah”
Darmi : “Hah? Bekerja di sawah? gak salah tuh?” (melihat ke ibunya)
Ibu : “Iya,nak. Sesekali bantulah ibu”
Darmi : “Tidak,tidak bu, aku tidak mau bekerja di sawah. Nanti bisa-bisa kulitku kotor, dan oh jari-jariku yang lentik ini bisa rusak,uh” (menunjukan jarinya)
Ibu : “Apa kamu tidak kasihan pada ibu?”
Darmi : “Kasihan pada ibu?? Buat apa juga kasihan, gak ada gunanya!, sudahlah ke sawah sendiri saja!”
*Demikianlah berkali-kali Darmi tidak mempedulikan ibunya yang dengan susah payah bekerja,demi mendapatkan upah yang tidak terlalu besar. Tapi setelah mendapat upah..*
Ibu : “Wah…untunglah ,upah kali ini bisa untuk membeli beras” (memegang uang dengan wajah gembira) *Ketika itu Darmi mendengar
Darmi : “Baru dapat bayaran ya? Coba berapa?” (Darmi merebut uang ibunya)
*Lalu dihitunglah uang ibunya
Darmi : “Wah! Cukup nih untuk beli baju baru yang kuincar” (Wajah gembira)
Ibu : “Tapi nak… uang itu akan ibu buat untuk membeli beras”
Darmi
: “Ouw,begitu ya… nih aku kembalikan” (Sambil melambaikan uang yang dipegangnya) *Ketika ibunya hendak mengambilnya, Darmi menarik kembali uang itu
Darmi : “Hahaha, enak aja. Uang ini akan kupakai untuk beli baju baru,biar penampilanku ga kumal seperti ibu” Jawab Darmi sambil meledek ibunya
Ibu : “Tapi kita akan makan apa nak?,jika uang itu kamu ambil?”
Darmi : “Ah! Gak mau tau! Bodoh banget jadi orang”
*Darmi pun pergi meninggalkan ibunya
            Karena tidak dapat mencukupi kebutuhannya, ibu Darmi pun pergi ke rumah tetangganya yang kaya untuk meminjam uang
(Ketika di rumah Pak Seno & istrinya)
Bu Seno : “Ada urusan apa bu, kok sampai ke rumah saya?” (raut wajah kebingungan)
Ibu Darmi : “hmm…” (canggung)
Bu Seno : “Ada apa?”
Pak Seno : “Ada apa,bu? Udah gak usah malu-malu…katakan saja”
Ibu Darmi : “Pak Seno,bolehkah saya meminjam uang untuk membeli beras? Akhir-akhir ini,saya kesulitan ekonomi”
Pak Seno : “Lah? Bukankah hari ini ibu sudah mendapat upah dari sawah? Apakah tidak cukup?”
Bu Seno : “Haduhh suamiku,masa kamu gak tahu anaknya ,Darmi. Si Darmi itu pasti selalu minta apapun secara paksa. Benar-benar anak tak tahu diri!”
Pak Seno : “Darmi?? Rasanya aku pernah mendengar nama itu..” (mengingat-ingat)
Pak Seno : “Oh! Si Darmi yang katanya cantik jelita itu kan? Pemuda-pemuda desa sering membicarakannya…. Sayang sekali,wajahnya cantik,tapi perilakunya seperti itu”
Bu Seno : “Husst, jangan keras-keras, sampingmu itu ibunya”
Pak Seno : (diam sejenak untuk memikirkan apa yang hendak diperbuatnya)
Pak Seno : “Baiklah,bu… ini ada sedikit uang yang bisa kami berikan” (Pak Seno menyerahkan uang kepada Ibu Darmi)
Ibu Darmi : “Baiklah!, terima kasih banyak tuan atas pinjamannya. Saat gajian nanti, saya janji akan segera mengembalikannya”
Pak Seno : “Eitss, tidak usah dikembalikan, anggap saja ini sumbangan”
Bu Seno : “Iya, anggap saja ini sumbangan. Tapi jangan sampai uang ini direbut oleh anakmu, si Darmi!” (menatap dengan marah pada ibu Darmi)
Ibu Darmi : “Ba..Baiklah nyonya, akan saya gunakan sebaik-baiknya.. saya pamit pulang dulu, terima kasih atas bantuannya”
*Beberapa hari kemudian Ibu Darmi hendak ke pasar,lalu…
Ibu : “Nak,ibu mau ke pasar dulu,ya”
Darmi :”Eh,bentar bu. Darmi ikut dong, sekalian mau beli bedak. Bedakku udah habis nih..tanpa bedak,nanti wajahku yang mulus ini jadi jelek”
Ibu : "Ta.tapi nak, nanti beli bedak jangan mahal-mahal ya,mungkin saja uang ibu tidak cukup”
Darmi : “Iyaa iya.Yaa gini nih jadi orang miskin!" (Darmi mengibaskan rambutnya) Darmi : "Eitss...Aku mau ke pasar bersama ibu, asalkan ibu harus berjalan di belakangku” (Jari teluunjuk mengarah ke belakang)
Ibu : “Kenapa nak?, padahal aku ini ibumu”
Darmi : “Aku tuh malu punya ibu yg jelek,kotor,keriput lagi! Uh, menyebalkan! Ayo cepat!”
*Seketika hati Ibunya tersakiti oleh perkataan Darmi
*Sewaktu perjalanan menuju  Pasar….
Pemuda 1 : “Hai Cantik, mau kemana nih?”
Pemuda 2 : “iya,mau kemana kok cantik banget?”
Pemuda 1 : “Hey,jangan cuek sama kita dong”
Darmi :”Biasa, mau ke pasar”
Pemuda 2 : “Oh ya? Ke pasar sama siapa?”
Darmi : “kalian apa gak lihat belakang? Tuh” (Darmi menunjuk ibunya)
Pemuda 1 & 2 : “Oh sama ibunya” (Jawab serentak)
Darmi : “Hah?? Gila apa?! Orang kek gitu dibilang ibuku? “
Pemuda 1 : “Terus itu siapa,dong?’’ (Kebingungan)
Darmi : “Dia itu pembantuku, dia bodoh banget tau nggak,masa tiap makan,aku selalu dikasih nasi kecap,padahal aku kan mintanya daging bukan nasi kecap”
Pemuda 2 : “oo, ternyata perempuan tua itu pembantumu… hahaha,maaf ya soalnya kami salah sangka”
Pemuda 1 : “Ya udah, kami pergi dulu ya,dahh”
*Ibu Darmi yang mendengar itu pun mengelus dada dan ingin menangis, tetapi ia menahannya
*Di perjalanan itu , Darmi bertemu kembali dengan temannya sewaktu sekolah
Teman : “Lho Darmi, wahh lama tidak bertemu! Gimana kabarmu?” (terkejut)
Darmi : “tidak terlalu buruk,kok”
Teman : “Semakin dewasa, kamu makin cantik,deh… cocok kalau kamu tinggal di kota, kenapa kamu tidak tinggal di kota aja?”
Darmi : “hmm,sebenernya sih aku pingin tinggal di kota,tapi yaa gimana lagi… kasihan pembantuku yang ada di belakang…kalau gak ada aku,dia mau makan apa” (Darmi pura-pura baik)
Teman : “Tidak hanya cantik,kamu juga dermawan.hebat banget lho!. Aku baru sadar kalau kamu kesini sama pembantumu “
Darmi : “sebenarnya dia itu babu ,karena ia tak dapat melunasi hutangnya kepadaku. Tapi ya gimana lagi,aku kasihan…makanya sekarang ia kubayar dan kujadikan pembantu”
Teman : “Jarang lho ada orang sepertimu, hahaha….ya udah ya, aku masih ada urusan, udah dulu ya”
Darmi : “iya”
*Ketika teman Darmi pergi ,ibu Darmi hanya terdiam dan…
(Ibu Darmi duduk di tanah, lalu menangis)
Darmi :”Ibu! Ayo cepat!”
Ibu : “……”
Darmi : “Ada apa kok nangis sampai segitunya?”
Ibu nya dengan suara lantang pun megutuk Darmi
Ibu : “Ya Tuhan,tolonglah hamba-Mu ini, hamba-Mu sudah tidak kuat lagi menerima cobaan ini,kutuklah anakku Tuhan,kutuklah ia!!”
*Petir dan kegelapan pun bergemuruh
Darmi : “Apa yang terjadi?! Ibuuu maafkanlah akuu, Ibuuuu!”
*Darmi pun berubah menjadi batu, namun begitu ,sang ibu tetap memeluknya dengan kasih sayang
Ibu : “Ini merupakan perpisahan terakhir bagi kita,anakku…”




Simbol
Demikianlah berkali-kali Darmi tidak mempedulikan ibunya yang dengan susah payah bekerja,demi mendapatkan upah yang tidak terlalu besar. Tapi setelah mendapat upah..*

Indeks
Darmi : “Hahaha, enak aja. Uang ini akan kupakai untuk beli baju baru,biar penampilanku ga kumal seperti ibu” Jawab Darmi sambil meledek ibunya
Darmi :”Eh,bentar bu. Darmi ikut dong, sekalian mau beli bedak. Bedakku udah habis nih..tanpa bedak,nanti wajahku yang mulus ini jadi jelek”



DAFTAR PUSTAKA
Ambarini dan Unaya Nazia Maharani.2012.Semiotika Teori dan Aplikasi.Semarang:IKIP PGRI Semarang Press
Christomy,Tommy.2001. Pengantar Semiotika Pragmatik.Jakarta:Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Universtitas Indonesia.
Depdikbud.1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Deledalle,Gerard.1978.Charles S. Peirce Ecrits sur le Signe.Paris: Editions du Seuil.
Luxemburg,B.M.Westeinjn.1984.Pengantar Ilmu Sastra.Jakarta:PT Gramedia.
Muhammad,Thamimi.2016.Semiotik Dalam Drama Surat Kecil untuk Tuhan.Jurnal Pendidikan Bahasa,Vol 5,No 1.
Pradopo,Rachmat Djoko.2002.Kritik Sastra Modern.Yogyakarta:Gama Media.
Yasraf,Piliang Amir.2003.Hipersemiotika (Tafsir Cultural Studies atau Matinya Makna.Yogyakarta:Jalasutra.

Habibie Ainun 3 (Naskah Drama Cinta Sejati)


Cinta Sejati
(Adaptasi kisah nyata dua insan Habibie dan Ainun)


Narasi:
Kisah cinta takkan ada habisnya di muka bumi ini, tercatat dalam sejarah antara dua insan menjadi satu. Karena cinta sejati menuntun kedamaian dalam hati. Teatrikal puisi ini didedikasikan untuk pahlawan kita tanpa tanda jasa, potret sepasang kenangan dari Enyang B.J. Habibie dan Bunda Ainun. (Lirih lagu Cinta Sejati).
Manakala hati
Menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan
Saat cinta menemui cinta
Suara semalam
Dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar
Rindumu memanggil namaku
Habibie : “Ainun.”
Ainun : “Kenapa? Kamu mau bilang aku jelek? Hitam?”
Habibie : “Oh, tentu tidak. Kau manis seperti gula jawa.”
Ainun : (Tersenyum) “Suatu hari, kita akan bertemu dengan dimensi yang berbeda.”
Habibie : “Aku akan merindukanmu!” (Melepaskan kedua tangan mereka)
Saat aku tak lagi di sisimu
Kutunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi
Selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh
Selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak
Menegaskan kucinta padamu
Terima kasih pada Mahacinta
Menyatukan kita
(Suara kapal terbang, Habibie meraih cita-citanya untuk menerbangkan kapal terbang di Indonesia. Ainun memakai baju dokter dan sedang memeriksa pasien. Mereka saling bertemu, menatap wajah, membelainya dan berdansa).

Kutitipkan Bunga Kamboja!
Karya: Dewi

Udara meresap dalam dada
Kisah dibalik rentetan peristiwa
Dua insan menyatukan rasa yang sama
Mengalihkan tiap jalan cinta di dunia

Mendekaplah Engkau padaku
Rangkul pada naungan sembilu hati
Pengobat rasa rindu
Pengobat alegi hati yang tertanam

Tetapkanlah
Pada satu titik cita-citamu
Sebagai juang yang menumbuhkan bunga
Untuk segenap haru yang tersisa

Pada penghujung waktu
Tertarik akan sebuah ragu
Dan hanya ku tahu
Hati ini rasanya jadi pilu

Bunga kamboja
Mengingatkan pada satu akhir penantian
Tuk jadi jelmaan calon kenistaan
Di penghujung akhiran

Tutuplah
Pejamkan matamu
Resapi akan segala nanar hidupmu
Yang masih mengejar dunia

Tanamkan
Kamboja dalam tanah liat
Tanda kuning menggemparkan duka
Untuk Indonesia kibarkan bendera setenggah tiang


Majalengka, 7 Oktober 2019






(Tiba-tiba dalam pertengahan puisi, Ainun merasakan sakit yang luar biasa!)
Habibie : “Ainun, kamu kenapa? Lihat wajahmu pucat sekali kau.”
Ainun : “Tolong jaga bangsa ini mas. Teruslah mengudara, aku tunggu disyurga.”
Habibie : “Jangan kau berbicara seperti itu, Ainun. Tolong baertahanlah.”
Ainun  : “Tidak, sayang. Inilah takdir Tuhan.”
            (Semua pasien anak mengerubungi Ainun, ia tersenyum dan tak tertolong).
Sukmaku berteriak
Menegaskan kucinta padamu
Terima kasih pada Mahacinta
Menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Kutunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh sukacita
Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu
Cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Kutunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita…

Selesai


Saturday, 22 June 2019

BIPA Jerman dan Swiss




PENGENALAN PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA JERMAN DAN SWISS

I.  PENDAHULUAN
Di era globalisasi ini, dunia seakan sedang “menyusut” sehingga intensitas kita untuk terhubung dengan orang maupun budaya asing akan menjadi lebih tinggi. Terlebih lagi apabila dhubungkan dengan keinginan kita untuk mewujudkan interaksi dengan orang asing dengan tujuan supaya lebih memahami keanekaragaman budaya. Meskipun telah terbukti bahwa semua budaya dan berfungsi penting bagi anggota-anggota budaya tersebut, adakalanya kalau dilihat dengan kacamata anggota budaya lain mempunyai nilai yang berbeda. Walaupun mempunyai nilai yang berbeda menggunakan nilai-nilainya sendiri. Oleh karena itu, pemahaman terhadap budaya lain sangat perlu karena kurangnya pengetahuan budaya berperan pada penggunaan bahasa komunikasi yang tidak pantas. Faktor perbedaan budaya seseorang juga bisa menyebabkan orang tersebut terlihat tidak toleran orang dengan budaya berbeda.
Komunikasi antar budaya adalah suatu proses mengirimkan dan menerima pesan-pesan antar orang yang latar belakang budayanya dapat membawa mereka mengartikan tanda-tanda verbal dan nonverbal dengan cara yang berbeda. Keterampilan komunikasi yang diperoleh akan memudahkan perpindahan dari pandangan yang monokultural ke pandangan lebih multicultural, sehingga kemungkinan besar bisa membantu kelancaran studi lanjut  di luar negeri.
Tipologi sifat komunikasi manusia berdasarkan negara asal. Konteks budaya komunikasi budaya yang kita ketahui dibagi menjadi dua, yakni high culture context dan low culture context. Tentu saja keduanya merupakan jenis komunikasi yang sangat berbeda. Tentu saja setiap negara memiliki perbedaan bahasanya masing-masing, dalam makalah ini membahas mengenai negara Jerman dan Swiss.

II.    PEMBAHASAN
Tipologi Bahasa
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Tipologi adalah ilmu watak tentang bagian manusia dalam golongan-golongan menurut corak masing-masing.
Semboyan “bahasa menunjukkan bangsa” memiliki makna bahwa pada prinsipnya bahasa yang digunakan oleh satu kelompok masyarakat membedakan kelompoknya dengan kelompok masyarakat lainnya.  Tipologi bahasa dibagi menjadi dua yakni, High culture context (budaya dengan konteks tinggi) sangat bergantung pada isyarat non-verbal dan halus dalam komunikasi. Biasanya orang berkomunikasi dengan isyarat mata, bahasa tubuh dll. Sedangkan, low culture context (budaya dengan konteks rendah) budaya ini sangat bergantung pada kata-kata untuk menyampaikan makna dalam komunikasi. Apa yang disampaikan maknanya dengan ucapan verbal. Oleh karena itu budaya seperti ini akan betul-betul memperhatikan apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya.
Negara di Asia kebanyakan mempunyai konteks budaya tinggi, sedangkan Orang yang berkenegaraan di Jerman dan Swiss lebih menekankan pada ungkapan verbal yang  bermakna harfiah untuk mengungkapkan maksudnya. Oleh karena itu, kita mengenal orang-orang tersebut sebagai orang yang zakilejk atau to-the-point. Bahasa Jerman merupakan kelompok bahasa refleksi yaitu terjadinya perubahan-perubahan kata yang ecara tipologi memperlihatkan perubahan fungsi gramatikal, dibandingkan bahasa Indo Eropa lainnya, refleksi di dalam bahasa Jerman berperan sangat penting yang mencakup perubahan verba (konjugasi); nomina, adjektiva, artikel, dan pronominal (deklinasi), adjektiva dan sebagian adverbial (komparatif). Di antara ketiga bentuk fleksi tersebut, untuk pembelajar bahasa Jerman konjugasi termasuk sulit karena tidak saja berkaitan dengan makna gramatikal tetapi juga makna pragmatik.
Budaya dan Kebiasaan Jerman
1.      Satu kali makan panas
Orang Jerman pada umumnya hanya satu kali makan panas, biasanya untuk makan siang. Jadi sarapan dan makan malam roti. Buat orang Jerman terlalu repot kalo 3 kali makan sehari harus selalu masak atau memanaskan makanan. Selain itu untuk makan siang juga biasanya mereka punya jenis makanan yang simple, contohnya kentang, Schnitzel, Wurst, salat dan lain-lain. Selain itu orang Jerman juga tidak suka makan seperti orang Indonesia. Beberapa orang Jerman yang pernah ke Indonesia tidak mengerti mengapa orang Indonesia sering sekali makan, termasuk makan cemilan seperti pisang goreng atau batagor, walaupun baru saja makan siang.
2.      Jalan-jalan di taman, ganti mall
Di Jerman istilah mall jarang dipakai, karena jarang ada. Yang ada di Jerman adalah Fußgängerzone, yaitu daerah pejalan kaki terbuka dan di sebelah kiri-kanan ada toko-toko. Pada umumnya orang Jerman lebih suka meluangkan waktu untuk jalan-jalan di taman dari pada ke mall. Mereka biasanya hanya pergi belanja kalo memang ada keperluan tertentu dan bukan hanya untuk jalan-jalan.
3.      Sepeda ganti mobil
Sepeda adalah alat transportasi yang sangat difavoritkan di Jerman. Biasanya kalo musim semi, musim panas, dan musim gugur mulai banyak orang Jerman yang lebih menggunakan sepeda dari pada mobil. Ada suatu Pengalaman, sewaktu masih sering naik sepeda karena tidak punya mobil, kalo ngobrol dengan orang Indonesia biasa mereka langsung bertanya “Kenapa ga beli mobil?”, sedangkan orang Jerman bilang “Gut, es ist gesund.”(terjemahan: bagus hidup sehat). Lalu setelah punya mobil, orang Indonesia bilang “Mobilnya apa?”, sedangkan orang Jerman “Wo ist dein Fahrrad?”(terjemahan: kemana sepeda kamu?). Bahkan di Jerman manager juga banyak yang naik sepeda.
4.      Pengalaman ganti materi
Orang Jerman dikenal sebagai orang yang sangat senang pergi berlibur. Biasanya orang Jerman setidaknya dalam satu tahun pergi berlibur. Untuk itu mereka lebih memilih mengeluarkan uang untuk berlibur dari pada membeli barang mahal. Juga orang Jerman tidak selalu membeli oleh-oleh atau barang di tempat mereka berlibur. Selain itu orang Jerman juga senang pergi ke museum, tempat bersejarah, dan outdoor.
5.      Rumah tanpa pembantu
Pembantu rumah tangga di Jerman sangat mahal, oleh karena itu semua pekerjaan rumah tangga harus dikerjakan sendiri. Pada umumnya orang Jerman menggunakan hari sabtu untuk membersihkan rumah mereka. Ini juga salah satu alasan mengapa orang Jerman hanya makan panas satu kali sehari. Ada juga orang Jerman yang membayar orang untuk membersihkan rumah mereka, tetapi jadinya orang yang membersihkan rumah mereka hanya datang seminggu sekali untuk waktu 2-3 jam.
6.      Dua hari sekali mandi, bukan dua kali sehari
Berbeda dengan di Indonesia, karena di sini lebih dingin dan udaranya lebih bersih orang Jerman tidak perlu mandi sering-sering. Selain itu udara di sini lebih kering dari pada di Indonesia, jadi kalo sering mandi maka kulit akan kering. Karena itu kira-kira orang Jerman mandi 2 hari sekali.
7.      Pertandingan bola dan hari minggu
Kedua hari ini adalah hari di mana biasanya sepi. Pada pertandingan bola Jerman melawan negara lain, biasanya orang-orang berkumpul di rumah atau pergi ke bar untuk nonton bola bersama. Jadi kira-kira selama 2 jam pertandingan bola kota-kota di Jerman sangat sepi. Pada hari minggu karena toko, supermarket, dan perkantoran tutup jadi sebagian besar orang Jerman tinggal di rumah. Biasanya hari minggu juga digunakan oleh orang Jerman untuk jalan-jalan ke taman atau naik sepeda.
Penentuan konjungsi relatif bahasa Indonesia sangat terbatas yang tidak bergantung sepenuhnya pada ketiga hal yang sebagaimana berlaku dalam bahasa Jerman, misalnya konjungsi relatif yang dan tempat; dan tidak ada aturan yangmengharuskan predikat klausa bawahan untuk berada pada posisi akhir kalimat majemuk yang bersangkutan. Lihatlah beberapa contoh kalimat di bawah ini
(1) Pelamar yang ijazahnya dari Boston itu memenuhi persyaratan kami.
(Sumber: Moeliono, 1996: 329-331. Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia)
(2) Kaffe ist ein Getrӓnk, das in Deutschland sehr beliebt ist.
 S P1 det   Pel     det.rel Prep.   Adv     Adv        P2
 Kopi adalah sebuah minuman, yang di Jerman sangat disukai  adalah  „Kopi adalah sebuah minuman yang sangat disukai di Jerman‟. 
Culture Shock (Gegar Budaya)
Culture shock sangat berkaitan dengan keadaan dimana ada kekhawatiran dan galau berlebih yang dialami orang-orang yang menempati wilayah baru dan asing. Biasanya, orang yang mengalami culture shock adalah mereka yang relatif labil dalam beradaptasi. Keadaan lingkungan yang berbeda dengan yang biasanya terdapat di tanah air, seperti lingkungan rumah, jenis makanan yang berbeda, suasana kampus dan perkuliahannya, pergaulan dengan orang-orang yang tidak sesuai harapan dikenal menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya gejala culture shock.
Biasanya para pengamat membagi empat tahapan timbulnya culture shock, yaitu:
1. The honeymoon phase (fase bulan madu) Dalam fase ini, orang yang sedang studi lanjut di luar negeri biasanya akan merasa bahagia setibanya di negara yang baru, apalagi negara yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Biasanya, semua hal yang baru terasa menarik dan menyenangkan.
2. The crisis phase (fase krisis) Dalam fase ini, perbedaan di negara baru mulai terasa tidak pas atau membosankan. Hal yang tidak pas ini bias berupa makanannya (kesulitan mencari makanan yang sesuai dengan lidah, kesulitan mencari bahan makanan yang halal, dll),
3. The adjustment phase (fase penyesuaian) Fase ini sangat penting karena sukses tidaknya kita melewati masa gegar budaya tergantung dari kemampuan kita untuk melakukan penyesuaian.. 
4. Bi-cultural phase (fase dwi budaya) Setelah sukses melewati fase-fase sebelumnya, Meskipun demikian, harus ada keseimbangan antara memahami kebudayaan asing tanpa meninggalkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.
Bahasa dipahami sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pandangan hidup, gagasan, dan wawasan. Secara tidak langsung bahasa seseorang mencermikan identitas sosialnya.karena perkembangan kebahasaan seseorang dipengaruhi oleh regulasi lingkungan sosialnya yang spesifik, antara lain nilai yang berlaku dalam lingkungan, faktor politik atau ekonomi, pengetahuan, dan media.
Bagaimana kaitan antara bahasa, budaya, dan pikiran hingga saat masih dijadikan bahan diskusi oleh para pakar bahasa, khususnya penganut hipotesis relativitas bahasa/Sapir-Whorf-Hypothese yaitu bahwa bahasa seseorang menentukan pandangan dunianya melalui kategori gramatikal dan klasifikasi semantik yang ada dalam bahasa itu dan yang yang diwarisi bersama kebudayaannya dan keuniversalan bahasa bahwa semua bahasa di dunia mempunyai dasar yang sama dengan sistem logika (Kridalaksana; 1993).
Meskipun masih terdapat ketidaksepahaman pendapat antara para pakar bidang bahasa, Pӧrings & Schmitz (2003) berpendapat bahwa budaya memang memengaruhianggota masyarakat yang hidup di dalam budaya tersebut. Hal ini terlihat dengan berbedanya kata-kata kunci yang spesifik untuk anggota masyasrakat yang hidup dalam budaya Amerika adalah love dan freedom, sementara untuk anggota masyarakat yang hidup dalam budaya Jerman adalah Arbeit ‘pekerjaan’, Heimat ‘tanah air’, Ordnung ‘keteraturan’, dan Umwelt ‘lingkungan’.
Culture Shock Jerman
Tepat Waktu
Di negara Jerman memiliki ketepatan waktu yang sangat dijunjung tinggi, bagi banyak orang Jerman waktu sangatlah penting dan berharga. Bila terlambat satu atau dua menit saja bisa ketinggalan bis atau kereta. Sedangkan di Indonesia berbanding terbalik dalam masalah waktu.
Ramah, Sopan dan Siap Membantu
Orang Jerman termasuk sangat ramah dan siap membantu, banyak orang disana selalu ramah menyapa tiap kali berpapasan. Bahkan walaupun mereka berkritik beberapa perilaku kita, mereka selalu mencoba untuk melakukannya dengan sopan. Dalam hal ini Indonesiapun tidak jauh berbeda dari negara Jerman.
Ruang Privasi
Di Jerman kebebasan individu lebih dijunjung tinggi daripada di Indonesia, hal ini berarti bahwa ruang privasi di Jerman lebih penting. Jika di Jakarta dalam mengantri kita bisa berdiri sangat dekat dengan orang didepan kita, sampai-sampai hidung kita bisa menyentuh leher orang tersebut. Sedangkan di Jerman hal tersebut hampir tidak pernah terjadi, kecuali memang tidak bisa dihindarkan.
Karakteristik Negara Swiss
1. Coklat dan Keju
Swiss terkenal dengan produk coklat. Berbagai cokelat Swiss dibuat dengan banyak susu dan krim. Negara ini merupakan salah satu penghasil coklat terbaik di dunia. Coklat hasil rumahan juga sangat lezat. Selain itu orang Swiss merupakan negara pengonsumsi cokelat terbanyak di dunia.
Setiap daerah di Swiss mempunyai keju khas. Keju yang paling terkenal adalah Gruyere, yang memiliki lubang di permukaannya dan Emmentaler (sering disebut dengan keju Swiss). Orang Swiss punya cara sendiri untuk menikmati keju. Nama menu tersebut adalah chesse fondue, yakni keju cair yang disantap bersama roti.


2. Negara Tanpa Modal dan Tanpa Presiden
Disini tidak ada presiden atau ibukota Swiss, tetapi ada 4 bahasa resmi di negara ini. Warga memiliki hak untuk membatalkan undang-undang yang diloloskan oleh parlemen dan tidak pernah ada konflik rasial di Swiss. Jelas berbeda dengan Indonesia yang mempunyai Presiden dan wakil presiden serta para menteri.
3. Pemandangan Alam
Swiss merupakan negara dengan pemandangan yang menakjubkan. Swiss terkenal dengan alamnya yang hijau, makin sempurna oleh salju yang menyelimuti pegunungannya. Belum lagi tingkat keamanan dan kebersihan yang terjaga membuat negara ini menjadi tujuan untuk berbulan madu
4. Penuh Kedamaian
Swiss terkenal dengan kebijakan non-interferensi. Negara ini tidak pernah bergabung dalam salah satu perang apapun di dunia. Mereka menciptakan kedamaian untuk kedua pihak yang bertikai dan tetap netral. Berbeda dengan di Indonesia yang sering ricuh karena hal sepele.
5. Pendiri Palang Merah Internasional
Palang Merah menyediakan bantuan medis untuk perang dan penyakit orang dipukuli di seluruh dunia. Lambang Palang Merah sebenarnya diadopsi dari bendera Swiss, untuk menghormati Henry Dunant sang Pendiri Palang Merah yang berkebangsaan Swiss juga sebagai bentuk penghormatan terhadap negara Swiss sebagai tempat konvensi kesepakatan penggunaan tanda untuk tenaga sukarela di Medan Perang.
Gegar Budaya Negara Swiss
Pejabat Pemerintah Tak diberi Fasilitas Mewah
Berbeda dengan negara Indonesia, dimana pejabat diberikan fasilitas yang lengkap mulai dari tempat tinggal, kendaraan, hingga keamanan. Negara Swiss memiliki budaya yang unik dimana pejabat publiknya tidak diberikan fasilitas yang berlebihan. Setiap aparatur negara seperti menteri tidak diberikan fasilitas tempat tinggal, kendaraan, dan lain sebagainya. Para pejabat pemerintah Swiss harus mengeluarkan dana dari kantong pribadinya untuk menikmati fasilitas tersebut. Nah jika orang Indonesia ingin menjadi pejabat atau jadi orang tekenal di negera Swiss, siap-siaplah untuk tidak bermewah-mewahan seperti di Indonesia.
Penduduknya Bekerja Keras dan Mandiri
Negara Swiss sebagian besar dihuni oleh pendatang dari berbagai negara disekitarnya. Banyaknya pendatang dari berbagai negara tetangga mempengaruhi kebiasaan di Negara satu ini. Misalnya penduduk Swiss keturunan Jerman terkenal dengan pribadi yang produktif, lugas dan praktis. Sementara itu, penduduk Swiss keturunan Perncis sangat mudah bergaul dan mendominasi bidang marketing dan publik speaking di negara ini. Tak heran bila negara Swiss memiliki penduduk yang tekun, bekerja keras, dan mandiri. Kebiasaan inilah yang patut Anda tiru. Berbeda dengan orang Indonesia yang cenderung malas an tidak mau bekerja. Namun jika orang Indonesia berlibur atau bekerja di negara Swiss ini, kamu tidak boleh malas-malasan di sana.
Mengutamakan Kendaraan Umum
Kamacetan di Indonesia khususnya di Jakarta memang sulit untuk dikendalikan. Angka pemilik kendaraan semakin meningkat setiap tahun. Beda halnya dengan penduduk Swiss. Gaya hidup penduduknya berbeda dengan Indonesia. Pejabat hingga warganya menguatamakan angkutan umum untuk pergi ke kantor atau ke tempat lainnya. Mereka selalu menggunakan kereta api atau berjalan kaki bila jaraknya cukup dekat.
III. PENUTUP
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa Negara di Asia kebanyakan mempunyai konteks budaya tinggi, sedangkan Orang yang berkenegaraan di Jerman dan Swiss lebih menekankan pada ungkapan verbal yang  bermakna harfiah untuk mengungkapkan maksudnya. Komunikasi antar budaya adalah suatu proses mengirimkan dan menerima pesan-pesan antar orang yang latar belakang budayanya dapat membawa mereka mengartikan tanda-tanda verbal dan nonverbal dengan cara yang berbeda. Keterampilan komunikasi yang diperoleh akan memudahkan perpindahan dari pandangan yang monokultural ke pandangan lebih multicultural, sehingga kemungkinan besar bisa membantu kelancaran studi lanjut  di luar negeri.
IV. DAFTAR PUSTAKA
Indira, Dian. Mengenali Budaya Jerman melalui Ketegasan Konstruksi Kalimatnya (SIN). Jurnal Program Studi Sastra Jerman FIB-Unpad
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik Edisi Ketiga. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Nayono, Satoto E. 2013. Pengenalan Pemahaman Lintas Budaya. Jurnal Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta Pre-departure Training Studi Lanjut Luar Negeri Dosen UNY Yogyakarta.







Thursday, 7 March 2019

Luar Biasa!!! Seminar Online Pembelajaran yang Inovatif

Seminar online yang diadakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Majalengka dengan tema "Pembelajaran yang Inovatif Mengacu pada Era Revolusi Industri 4.0". Pada hari rabu, 6 Maret 2019 pukul 20.00-22.00 WIB. Saya sebagai peserta merasakan sekali manfaat yang diberikan walau dengan bermodal kuota internet, peserta yang terdiri dari 205 ini berjalan dengan semestinya.
Keresahan perubahan zaman sebab revolusi industri 4.0 memberikan ketenangan bagi para calon maupun pengajar untuk menambah wawasan serta strategi yang tepat akan mengadapi periode milenial ini.
Ada kata mutiara yang dicetuskan oleh pemateri hebat yakni "Perubahan itu suatu keniscayaan. Kalau kita tidak mau berubah maka kita akan menjadi butiran buih yang tergerus ombak yang besar." Tulis Pak Erik Santoso, M.Pd. disela-sela pemberian materi.
Terimakasih yang saya ucapkan, semoga dilain waktu seminar ini dapat berkelanjutan.
Untuk Lebih lengkapnya, bisa baca pada link dibawah ini.
https://pendmat.fkip.unma.ac.id/keren-pecah-seminar-online-pertama-pendidikan-matematika-fkip-unma-di-banjiri-peserta-dari-berbagai-daerah-dan-berbagai-profesi