Selasa, 19 Maret 2019
Isi blogger ini berupa serangkaian tulisan puisi, naskah drama, seni, dan hiburan (Games). Semoga blog ini dapat bermanfaat, terimakasih sudah membaca. Kunjungi penulis melalui sosial media ig @dewi.rima11
Monday, 18 March 2019
Thursday, 7 March 2019
Luar Biasa!!! Seminar Online Pembelajaran yang Inovatif
Keresahan perubahan zaman sebab revolusi industri 4.0 memberikan ketenangan bagi para calon maupun pengajar untuk menambah wawasan serta strategi yang tepat akan mengadapi periode milenial ini.
Ada kata mutiara yang dicetuskan oleh pemateri hebat yakni "Perubahan itu suatu keniscayaan. Kalau kita tidak mau berubah maka kita akan menjadi butiran buih yang tergerus ombak yang besar." Tulis Pak Erik Santoso, M.Pd. disela-sela pemberian materi.
Terimakasih yang saya ucapkan, semoga dilain waktu seminar ini dapat berkelanjutan.
Untuk Lebih lengkapnya, bisa baca pada link dibawah ini.
https://pendmat.fkip.unma.ac.id/keren-pecah-seminar-online-pertama-pendidikan-matematika-fkip-unma-di-banjiri-peserta-dari-berbagai-daerah-dan-berbagai-profesi
Thursday, 28 February 2019
Sinopsis Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis
SINOPSIS NOVEL SALAH ASUHAN
Karya Abdoel Moeis
Tokoh utama dalam novel ini ialah Hanafi
seorang anak pribumi yang berasal dari Solok berbudaya Minangkabau, seorang
Hanafi dibesarkan oleh ibu seorang diri sebab ayahnya sudah meninggal semenjak
ia kecil. Meskipun begitu, dengan sekuat tenaga ibunya menginginkan anak
tunggalnya menjadi harapan bagi sukunya.
Ibunya mengirim Hanafi ke HBS
(Hoogere Burger School), disana ia dibesarkan oleh keluarga Belanda dengan
budaya yang kebarat-baratan. Setelah lulus dari HBS, ia bekerja sebagai asisten
Residen di Kantor BB Solok. Bahkan
terkadang tingkah lakunya melebihi orang Belanda asli. Ketika Hanafi kembali ke
kampungnya, Hanafi sikapnya berubah dimana ia berani membantah ibunya sendiri.
Pada saat itu, Hanafi bertemu dengan
seorang perempuan bernama Corrie, ia anak dari Tuan du Bussee yang berasal dari
Prancis. Corrie menganggap Hanafi sebagai kakanya, karena Hanafi sering membela
ketika Corrie dikucilkan. Hubungan Corrie dengan Hanafi tidak sampai disitu
saja, mereka semakin dekat oleh kesamaan hobi yakni tennis. Karena kedekatannya
itulah Hanafi mengangga Corrie lebih dari sebatas adik. Namun ketika Hanafi mengungkapkan
isi hatinya, Corrie tidak langsung memberi jawaban kepada Hanafi, melainkan
segera berpamitan pulang dengan alasan yang tidak jelas. Corrie mengingat pesan
dari ayahnya bahwa pengalaman ayah dengan ibunya yang berbeda status antara
laki-laki Barat dengan wanita pribumi akan tidak dihormati kedudukannya oleh
Bangsa Eropa. Keesokannya Hanafi menerima surat yang berupa penolakan cintannya
dari Corrie.
Karena penolakan cinta dari Corrie
membuat Hanafi jatuh sakit. Selama sakit, Hanafi dirawat oleh ibunya dan selama itu pula Hanafi sering
mendapat nasihat dari ibunya. Ibunya menyarankan agar Hanafi bersedia menikah
dengan Rapiah anak dari Sutan Batuah. Karena keluarga mereka telah membantu
biaya selama Hanafi sekolah di HBS. Oleh karena itu, Hanafi tidak mungkin
menolak tawaran dari ibunya.
Pernikahan
yang tidak didasari dengan rasa cinta itu membuat rumah tangga mereka tidak
pernah tentram. Setiap hari Hanafi selalu memaki-maki istrinya karena hal yang
sepele. Namun Rapiah hanya diam dan tidak pernah melawan semua perlakuan
suaminya. Hal itulah yang membuat Ibu Hanafi kagum kepada Rapiah, hingga suatu
hari Hanafi murka kepada Ibunya. Dengan tidak sengaja Ibunya menyumpahi Hanafi.
Tiba-tiba anjing gila mengigit pergelangan Hanafi hingga Hanafi harus berobat
ke Betawi. Sampai di Betawi Hanafi bertabrakan dengan seorang gadis eropa, yang
tidak lain adalah Corrie. Hanafi memohon kepada Corrie untuk menerima ajakan
pertunangannya hingga rela merubah
kewarganegaraannya menjadi warga Eropa. Meskipun Corrie harus menerima resiko,
yaitu dijauhi oleh teman-teman eropanya, Pesta pertunangan mereka dilakukan
dikediaman rumah teman Belandanya.
Dilain
pihak Rapiah dan Ibunya tahu jika Hanafi akan menikahi Corrie, namun Rapiah
tetap menunggu kedatangan Hanafi. Namun seiring berjalannya waktu, rumah tangga
Hanafi dan Corrie sudah tidak tentram lagi, karena didalam rumah tangga mereka
Corrie dituduh berzinah dengan orang lain. Semalaman Corrie tidak bisa tidur,
air matanya sudah kering, hati yang sedih menjadi panas. Jika Hanafi terus
menuduh Corrie, maka Corrie akan menggugat cerai suaminya. Pada akhirnya Corrie
pergi ke Semarang untuk menghindari Hanafi. Namun pada suatu hari, Hanafi
menerima surat yang memberi tahukan bahwa Corrie berada di Semarang. Setelah
beberapa hari, Hanafi nekat pergi ke Semarang untuk mencari Corrie dirumah
seorang pengusaha anak-anak yatim. Namun sampai disana justru berita buruk yang
diterima oleh Hanafi. Bahwa Corrie masuk rumah sakit karena sakit keras, yaitu
kolera. Hingga akhirnya nyawa Corrie ridak dapat ditolong lagi. Setelah
kepergian Corrie, Hanafi pulang ke Solok untuk menemui Ibunya. Setelah beberapa
hari Hanafi sampai di Solok, ia jatuh sakit karena menelan 6 butir sublimat,
yang menyebabkan Hanafi terus muntah darah dan akhrinya merenggut nyawanya.
Belajar Bahasa
Pengertian Belajar dan Pengertian Belajar Bahasa
a. Pengertian
belajar
Kegiatan
yang memberi perubahan ke arah yang lebih maju dan menghasilkan perubahan
pengetahuan. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi
bisa dan dari yang tidak bisa melakukan menjadi bisa melakukan.
Menurut
Gagne (1984), belajar dapat di defiinisikan sebagai suatu proses di mana suatu
organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman.
1.
Perubahan perilaku
Hal
ini berarti bahwa belajar membutuhkan waktu. Peserta didik adalah makhluk yang
berada dalam perkembangan
dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, di mana mereka memerlukan
pengarahan yang konsisten menuju titik optimal kemampuan fitrahnya. Untuk
mengukur belajar, contohnya
kita membandingkan cara organisme itu berperilaku pada waktu 1 dengan cara
organisme itu berperilaku pada waktu 2
dalam
suasana yang serupa. Bila perilaku dalam suasana serupa itu berbeda waktu itu,
kita dapat simpulkan bahwa telah terjadi belajar.
2. Perilaku Terbuka
Perilaku
terbuka ditandai dengan perilaku verbal manusia sebab dari tindakan-tindakan
menulis dan berbicara manusia, dapat kita tentukan apakah perubahan-perubahan
dalam perilaku yang telah terjadi. Perubahan dari “ba-ba” menjadi “bapak”,
dari menulis se ko lah menjadi
menulis sekolah. Dan dari menulis H2O Menjadi menulis H2O, memungkinkan kita untuk
menyimpulkan bahwa belajar terlah terjadi. Contohnya perilaku berbicara,
menulis, dan bergerak. Memberi kesempatan pada kita untuk memnyimpulkan bahwa
belajar telah terjadi. Mempelajari perilaku-perilaku berpikir, merasa,
mengingat, memecahkan masalah, berbuat kretif
dan
lain-lainnya.
2. Belajar dan Pengalaman
Ada satu pepatah
mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik yang artinya hidup ini
butuh bekal pengalaman agar dapat dijalani dengan baik, sehingga kesalahan
tidak dapat terulang kedua kalinya. Istilah pengalaman membatasi macam-macam perubahan perilaku yang
dapat dianggap mewakili belajar.
3. Belajar dan kematangan
Yakni proses lain yang
menghasilkan perubahan perilaku, pada tingkat kematangan tertentu merupakan
prasyarat belajar berbicara, walaupun pengalaman dengan orang dewasa yang
berbicara dibutuhkan untuk membantu kesiapan yang dibawa oleh kematangan. Belajar
dihasilkan dari pengalaman dengan lingkungan yang di dalamnya terjadi hubungan
antara stimulus dan respons.
b. Pengertian Belajar
Bahasa
Bahasa
mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab ia merupakan alat
pemersatu antara satu dengan yang lainnya, mulai dari tingkat skala kehidupan
yang paling kecil yakni keluarga, masyarakat hingga skala yang paling besar
kehidupan bernegara.
Belajar
bahasa merupakan suatu kewajiban bagi semua orang yang ingin “menaklukkan
dunia.” Bahasa saat ini sudah menjadi suatu budaya yang patut dilestarikan
keberadaannya. Dengan belajar bahasa berarti juga belajar membudayakan diri
sendiri, mengembangkan diri, dan membentuk diri menjadi manusia yang luhur.
Sebelum mempelajari bahasa, maka perlu mengetahui terlebih dahulu arti itu
sendiri sebab keduanya mempunyai
pengertian yang sangat luas. Untuk mendapatkan pengertian yang lebih
jelas, berikut kutipan yang bersumber dari wikipedia:
Adalah
perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku atau
potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat
berupa respon.
Stimulus
adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa
reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru
tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk
diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat
diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh
guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati
dan diukur.
Bahasa
erat kaitannya dengan kognitif pada manusia, dinyatakan bahwa bahasa adalah fungsi
kognisi tertinggi dan tidak dimiliki oleh hewan. Ilmu yang mengkaji
bahasa ini disebut sebagai linguistik atau pakar bahasa.
c. Jenis-jenis Belajar
1. Belajar Pemecahan
Masalah (Kognitif)
Jenis
belajar ini memerlukan penyelesaian dengan berpikir tujuannya untuk memperoleh
kemampuan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah (kognitif). Contohnya:
Bermacam-macam masalah yang sukar dipahami memerlukan pemecahan masalah atau
penyesuaian secara rasional dan masuk akal. Pemecahan masalah ini dimaksudkan
memperoleh penguasaan konsep, penggeneralisasian, prinsip-prinsip dan pemahaman
(insight).
2. Belajar
Fakta
Informasi dan
pengetahuan, jenis pembelajaran ini digunakan untuk mengenal dan melihat fakta,
informasi atau pengetahuan. Bentuk
pembelajaran ini mementingkan latihan, hafalan, pengertian dan teknik-teknik
tertentu. Contoh: seperti pada pembelajaran bidang studi sosial, termasuk
bahasa, pengertian, hafalan, pemahaman dan teknik-teknik tertentu.
3. Belajar
Sikap
Jenis pembelajaran ini
dilaksanakan dengan berbagai cara untuk mengetahui sesuatu dan merealisasi
sikap. Pembelajaran sikap termasuk pembelajaran norma dan nilai dengan cara
identifikasi, interaksi kelompok, interaksi antar pribadi dan komunikasi.
Contoh: pembelajaran disiplin, sopan santun, hidup bersih, sehat; pembelajaran
ini merupakan dinamika untuk berbuat secara normatif, menghargai orang lain
yang layak dihormati dan lain sebagainya.
4. Belajar
Cara atau Metode
Jenis pembelajaran ini mengutamakan atau
metode teknik tertentu untuk keperluan yang berhubungan dengan keterampilan
maupun pengetahuan tertentu. Contoh: cara penulis naskah ilmiah, makalah,
menyusun tesis, disertasi, cara membuat media dan lain-lain teknik tertentu
yang berhubungan dengan keterampilan.
5. Belajar
Transfer
Jenis pembelajaran ini
digunakan bagi seseorang yang akan memindahkan suatu konsep, prinsip dari yang
telah dipelajari kebidang lain.contoh: seseorang mempelajari bahasa Inggris
untuk kepentingan bidang studi lain,
dengan maksud agar kita membaca literatur dalam bahasa Inggris atau
dapat mengikuti pmbicaraan orang lain.
6. Belajar
Apresiasi
Jenis belajar ini untuk
memperoleh atau mengembangkan apresiasi atau hasil karya tertentu. Pembelajaran apresiasi membutuhkan
penghayatan, perasaan yang mendalam. Contoh: bidang studi kesenian lebih sering
memerlukan demi peningkatan mutu dan minatnya.
d. Teori
Belajar
Secara
luas teori belajar selalu dikaitkan dengan ruang lingkup bidang psikologi atau bagaimanapun membicarakan
masalah belajar ialah membicarakan sosok manusia. Ini dapat diartikan bahwa ada
beberapa ranah yang harus mendapat perhatian. Ranah-ranah itu ialah ranah
kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Akan tetapi manusia sebagai
makhluk berpikir, berbeda dengan binatang. Binatang adalah makhluk yang diberi
pelajaran, tetapi tidak menggunakan pikiran dan akal budi. Ivan Petrovich
Pavlov, ahli psikologi Rusia berpengalaman dalam melakukan serangkaian
percobaan. Dalam percobaan itu ia melatih anjingnya
untuk mengeluarkan air liur karena stimulus yang dikaitkan dengan makanan.
Proses belajar ini terdiri atas pembentukan asosiasi (pembentukan hubungan
antara gagasan, ingatan atau kegiatan panca indra) dengan makanan.
Proses
belajar yang digambarkan seperti itu menurut Pavlov terdiri atas pembentukan asosiasi antara stimulus dan respon refleksif.
Pada umumnya ahli psikologi mendukung proses mekanistik. Maksudnya kejadian
lingkungan secara otomatis akan menghasilkan tanggapan. Proses pembelajaran itu
bergerak dengan pandangan secara menyeluruh dari situasi menuju segmen (satuan bahasa yang
diabstraksikan dari kesatuan wicara atau teks) bahasa tertentu. Materi yang
disajikan mirip dengan metode dengar ucap. Metode kognitif melihat belajar
sebagai salah satu proses pemerolehan pola-pola fonologis, gramatikal dan
leksikal dari bahasa yang didirikan sasaran. Metode ini mampu menumbuhkan
pemahaman intelektual pada pembelajar tentang bahasa yang dipelajari sebagai
suatu sistem.
Pengajaran
bahasa komunikatif berdasarkan prinsip bahwa kegiatan yang melibatkan
komunikasi yang sesungguhnya dan digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas yang
bermakna akan meningkatkan proses pembelajaran (Rogers 1986:7dua)
Teori Belajar Bahasa
1.
Teori Behaviorisme
Menurut
teori ini dikemukakan oleh J. B Watson ,semua perilaku termasuk tindak balas (respon)
ditimbulkan oleh adanya rangsangan (stimulus). Jika rangsangan telah diamati
dan diketaui maka gerak balaspun dapat diamati dan diketahui maka gerak balaspun
diprediksi. Menurut Skinner perilaku verbal adalah perilaku yang dikendalikan
oleh akibatnya, bila akibatnya itu hadiah maka perilaku itu akan terus
dipertahankan dan kekuatan serta frekuensinya akan terus dikembangkan. Bila
akibatnya itu hukuman, maka perilaku itu akan diperlemah atau secara
perlahan-lahan akan diperlemah.
2.
Teori Nasivisme
Istilah
nativisme dihasilkan dari pernyataan mendasar bahwa pembelajaran bahasa
ditentukan oleh bakat. Setiap manusia dilahirkan sudah
memiliki bakat untuk memperoleh dan belajar bahasa. Chomsky dalam Hadley
(199tiga:50) mengemukakan bahwa belajar bahasa merupakan kompetensi khusus
bukan sekadar subset belajar secara umum, cara belajar bahasa jauh lebih rumit
dari sekadar penetapan stimulus respon.
3. Teori
Kognitivisme
Menurut teori ini
perkembangan bahasa harus berlandaskan pada atau diturunkan dari perkembangan
dan perubahan yang lebih mendasar dan lebih umum di dalam kognisi manusia.
Menurut teori ini belajar disebabkan oleh kemampuan menafsirkan peristiwa atau kejadian
yang terjadi dalam lingkungan.
4. Teori
Fungsional Para peneliti bahasa mulai melihat bahwa bahasa merupakan
manifestasi kemampuan kognitif dan efektif untuk menjelajahi dunia, untuk
berhubungan dengan orang lain dan juga keperluan terhadap diri sendiri sebagai
manusia lebih mengutamakan pada bentuk bahasa dan tidak pada tataran fungsional
yang lebih dari makna yang dibentuk dari interaksi sosial.
Daftar
Pustaka
Dahar, Ratna
willis.dua006.Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Penerbit Erlangga.
Hastuti, Sri.
1996. Strategi belajar mengajar bahasa indonesia. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Saturday, 22 December 2018
Gangguan Berbahasa
A. Gangguan Berbahasa
a.
Pengertian
Gangguan Berbahasa
Berbahasa
berarti berkomunikasi dengan menggunakan suatu bahasa. Bagaimana kemampuan
berbahasa dikuasai manusia, berkaitan erat dan sejalan dengan perkembangan
manusia yang baru lahir itu. Dalam perkembangan, kata-kata akan menjadi
perkataan yang merupakan abstraksi atau kata-kata yang mengandung makna.
Proses
gangguan berbicara dan mengerti bahasa adalah proses serebral, yang berarti
proses ekspresi verbal dan komprehensi auditorik itu dilaksanakan oleh sel-sel
saraf di otak yang disebut neuron. Proses neuron di otak ini sangat rumit
sekali untuk bisa dipahami.
Gangguan
berbahasa ini secara garis besar dapat di bagi dua. Pertama, akibat gangguan
faktor medis seperti kelainan fungsi otak maupun akibat kelainan alat-alat
bicara. Yang kedua akibat faktor lingkungan sosial seperti lingkungan kehidupan
yang tidak alamiah manusia, semisal tersisih atau terisolasi dari lingkungan
kehidipan masyarakat manusia yang sewajarnya.
b.
Macam-macam
Gangguan Berbahasa
1.
Afasia
Motorik
Afasia
motorik terdiri dari tiga macam, yaitu:
·
Afasia
Motorik Kortikal yaitu hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran
dengan menggunakan perkataan. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh tumor otak
atau gangguan pada otak seperti benturan dll.
·
Afasia Motorik
Subkortikal yakni gangguan afasia yang penderitanya tidak dapat mengeluarkan isi pikirannya
dengan menggunakan perkataan; tetapi masih bisa mengeluarkan perkataan dengan
cara membeo atau menirukan.
·
Afasia
Motorik Transkortikal yaitu gangguan berbicara yang masih memungkinkan
pelakunya untuk bisa berbicara tetapi tidak dimengerti orang lain. Afasia
motorik transkortikal terjadi karena terganggunya hubungan antara daerah Broca
dan Wernicke.
2.
Afasia
Sensorik
Penyebab
terjadinya afasia sensorik adalah akibat adanya kerusakan pada lesikortikal di
daerah Wernicke pada hemisferium yang dominan. Daerah itu terletak di kawasan
asosiatif anatara daerah visual, daerah sensonik, daerah motorik, dan daerah
pendengaran. penderita afasia sensorik ini kehilangan pengertian bahasa lisan
dan bahasa tulis. Namun, dia masih memiliki curah verbal meskipun hal itu tidak
dipahami oleh dirinya sendiri maupun oleh orang lain.
B.
Gangguan
Bicara
a.
Pengertian
Gangguan Bicara
Gangguan
berbicara adalah kelainan atau hambatan yang dialami seseorang dalam proses
berbicara dan berkomunikasi yang disebabkan oleh beberapa faktor tertentu.
Gangguan berbicara ini dapat dikelompokkan kedalam dua kategori. Pertama,
gangguan mekanisme berbicara dan yang kedua, gangguan berbicara psikogenik.
b.
Macam-macam
Gangguan Bicara
1.
Gangguan
Kefasihan
Penderita
yang mengalami gangguan kefasihan berbicara (fluency disorder) biasanya mengalami kegagapan, pengulangan
kata-kata, latah, atau memperpanjang bunyi, silaba, atau kata tertentu.
Gagap
biasanya diderita oleh anak-anak dan biasanya hilang seiring pertambahan
usianya. Namun demikian, tidak sedikit orang dewasa yang menderita gagap. Orang
yang gagap sebenarnya tahu bahwa tuturan yang dihasilkannya tidak benar, namun
mereka tidak mampu mengendalikannya ujarannya. Selain gagap, gangguan kefasihan
juga dapat berupa gangguan psikogenik seperti berbicara manja, berbicara
kemayu, dan latah.
2.
Gangguan
Artikulasi
Orang yang
mengalami gangguan artikulasi biasanya bermasalah dalam melafalkan bunyi atau
melafalkan bunyi dengan keliru. Ganguan artikulasi dapat diakibatkan oleh
kangker mulut dan tenggorokan, kecelakaan, bawaan lahir (seperti celah bibir),
atau faktor lain yang mengakibatkan rusaknya organ bicara.
Gangguan
artikulasi pada anak-anak masih dianggap normal, namun seiring perkembangannya,
jika gangguan artikulasi masih terjadi, maka hal tersebut sudah dapat dianggap
sebagai sebuah kelainan atau penyakit.
3.
Gangguan
Suara
Ganguan
suara meliputi gangguan nada, gangguan kualitas bunyi, dan gangguan
kenyaringan. Gangguan suara biasanya dapat berupa kemonotanan nada, parau,
serak, bunyi yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, atau kualitas bunyi nasal
seseorang. Gangguan suara dapat diakibatkan oleh, kecelakaan, kerusakan atau
penyakit pada tenggorokan. Kerusakan atau penyakit pada tenggorokan dapat
menyebabkan pita suara tidak bekerja dengan baik sehingga menyebabkan gangguan
suara.
c.
Faktor
Penyebab Gangguan Bicara
Gangguan
bicara pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :
1.
Keturunan
Gangguan
berbicara pada bayi bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Gangguan ini bisa
dikarenakan, retardasai mental, ketulian, gangguan saraf, cacat pada alat
bicara seperti pada lidah, gigi, bibir, langit-langit dan anak lidah.
2.
Gangguan
bicara yang didapat
Gangguan
yang didapat adalah gangguan bicara yang diakibatkan penyakit. Bisa juga karena
infeksi pada otak pasca trauma kepala, kanker otak, gangguan aliran darah ke
otak, serta kelumpuhan saraf yang menggerakkan otot bicara, seperti polio dan
tumor otak.
3.
Faktor
kejiwaan; seperti autisme
Untuk anak
autisme, perlu latihan. Pada tahap awal, stimulasi dengan kontak dengan
matanya. Karena pada anak autisme tidak mau melakukan kontak mata dengan lawan
bicara.
4.
Lingkungan
Faktor lain
yang bisa mempengaruhi kemampuan berbicara anak adalah orang tua atau
lingkungan pada umumnya. Masalah komunikasi dan interaksi dengan orang tua
tanpa disadari memiliki peran yang penting dalam membuat anak mempunyai
kemampuan berbicara dan berbahasa.
Anak yang
tidak pernah diberi kesempatan untuk mengekspresikan diri sejak dini (lebih
banyak menjadi pendengar pasif) karena orang tua terlalu memaksakan dan
“memasukkan” segala instruksi, juga menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan
bicara, menggunakan kalimat dan berbahasa.
5.
Keterbatasan
kemampuan kognitif
Yaitu
kemampuan merepresentasikan objek yang dilihat dalam bentuk image. Bila kemampuan kognitif
terganggu, maka image tersebut tidak akan terbentuk. Kondisi ini biasanya bisa
dideteksi sendiri oleh orang tua dengan melihat kemampuan motorik anak.
Misalnya, anak yang mengalami gangguan bicara biasanya juga kurang mampu
melakukan aktivitas lain yang sederhana sekalipun seperti memakai sepatu atau
mengancingkan baju.
d.
Penanganan
Gangguan Bicara
Setelah
melakukan pemeriksaan dan identifikasi pasien gangguan bicara, barulah dokter
dapat memberikan penanganan terhadap penderita gangguan bicara dengan cara
terapi. Terdapat beberapa terapi penanganan gangguan bicara antara lain:
1.
Terapi
bicara
2.
Terapi oral
motorik
3.
Terapi
berbasis komputer
4.
Terapi
intonasi melodi
e.
Dampak
Negatif Gangguan Bicara dan Berbahasa
Gangguan
berbicara dan berbahasa dapat mempengaruhi anak dalam berkomunikasi dengan
orang lain, dalam proses memahami atau menganalisa informasi. Ketrampilan
berkomunikasi merupakan ketrampilan sangat penting yang dibutuhkan dalam
perkembangan anak, khususnya mempengaruhi perkembangan belajar dan perkembangan
kognisinya. Membaca, menulis, bahasa tubuh, mendengarkan dan berbicara,
semuanya merupakan bentuk berbahasa, sebuah simbol / kode yang digunakan untuk
mengkomunikasikan pendapat dan pikiran.
C.
Gangguan
Berpikir
a.
Pengertian
Gangguan Berpikir
Merupakan
pembicaraan yang tidak logis di mana kata- kata yang diucapkan tidak dapat
dimengerti. Pikiran sangat cepat sehingga kata- kata yang diucapkan tidak
mempunyai hubungan atau tanpa tata bahasa yang menyebabkan disorganisasi.
Komunikasi terbatas, paling banyak di ucapkan sesekali sehingga memungkinkan
melanjutkan komunikasi dan respon dalam komunikasi tidak bisa dipahami karena
ketidak sesuaian antara kata dalam kalimat yang diucapkan dalam arus
komunikasi.
b.
Macam-macam
Gangguan Berpikir
1.
Pikun :
penurunan fungsi memori atau daya ingat dan daya pikir lainnya yang semakin
buruk dari waktu ke waktu
2.
Sisofrenik :
gangguan berbahasa akibat gangguan berfikir yang mengakibatkan penderitanya
terus menerus berbicara
3.
Asosiasi
longgar : gangguan arus pikir dengan ide-ide yang berpindah dari satu subyek ke
subyek lain yang tidak berhubungan sama sekali, dalam bentuk yang lebih parah
disebut inkoherensia
4.
Ekolali :
Dorongan kuat yg tidak terkendalikan dari penderita gangguan jiwa untuk meniru
ucapan atau perbuatan yang dilakukan orang lain
5.
Konkritisasi
: kemampuan berpikir abstrak yang sangat buruk
c.
Faktor
Penyebab Gangguan Berpikir
1.
Faktor
genetika : seseorang yang memiliki
anggota keluarga yang
mengalami Gangguan syaraf
memiliki kecenderungan lebih tinggi dibanding dengan orang yang tidak memiliki
faktor herediter
2.
Traumatik :
individu yang trauma berkepanjangan dan tidak segera ditangani
3.
Cacat
Kongenital : cacat prenatal,cedera,dan lain sebagainya
4.
Neurobiological
: kerusakan pada jaringan syaraf
5.
Neurobehavioral
: kerusakan pada bagian-bagian otak
tertentu
Subscribe to:
Posts (Atom)



