Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Wednesday, 7 September 2022

Puisi Berantai 3 orang Lucu antara Cinta, Pejuang dan Penjual Telur


Hey yang ada disana, yang ada di sana dengerin puisi kita.....

Aku akan membacakan puisi yang berjudul

“Bunga Hatiku Bunga Hatimu”

I akan membacakan puisi perjuangan yang berjudul

“Lebih baik Merdeka daripada tidak merdeka”

Dan Ane akan membacakan puisi yang berjudul

“Aku si Penjual Telur"


Saat bulan purnama menerangi alam,

kau datang kepadaku sambil tersenyum manja

ku lihat wajahmu samar-samar tertimpa sinar rembulan begitu tampannya bagaikan..

Granat dan mortir berdesingan membakar perkampungan

Tak pernah ku kenal istilah takut, walaupun banyaknya lawan banyak seribu kali

Pedang di kanan, keris di kiri berselimpang..

Telur mas, telur mas telur!!!!

Ku bawa keliling kampung, demi sesuap nasi

Telur merupakan bagian dari hidupku

Semua ku jual, ada telur ayam, telur bebek, maupun telur..

Pangeranku, kau tersenyum padaku, dan akupun tersenyum padamu

Tanda cintaku kian merekah malam itu, perlahan kau dekatkan bibirmu ke telingaku

Seraya berbisik..

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Seluruh rakyat Indonesia harus meneriakkan kata merdeka, sekali lagi seluruh rakyat Indonesia haru meneriakkan kata..

Telur! Telur! Telur!

Begitu aku menjajakannya setiap hari,

hujan dan panas tidak menjadi rintangan

satu persatu telurku elus sambil berkata lirih, ayamku..

Aku cinta padamu, sayang

Hatiku berbunga, ku belai rambutnya yang hitam perlahan ku dekatkan bibirku ke..

Teng berlapis baja milik ke Belanda harus kita hancurkan,

Terlalu lama kita dijajah terlalu lama kita di siksa, mulai detik ini aku harus..

Bertelur sebayak-banyaknya

Kau telah berjasa kadang ku periksa ayam-ayamku

Aku ingin mengetahui bagaimana telur ayam dapat keluar

Ku perhatikan ayamku dengan seksama dan..

Ku peluk dengan mesra, kau berada dalam pelukanku

Ku rapatkan diriku dan dirimu kemudian dirimu..

Didorong oleh seluruh rakyat Indonesia dengan semangat perjuangan yang membara

Aku berada barisan paling depan dengan senapan ditangan

Semua ku tembak

Plung, Plung, Plung

Keluar telurnya. Ku ambil satu persatu dan ku simpan di..

Matamu terpejam, kau peluk juga aku ternyata kita sama-sama ingin saling..

Membunuh!

Mereka yang menyerang dari jauh ingin majuuuu, serangggg,

Aku berteriak sambil mengangkat tinggi-tinggi..

Telurku, sekarang aku dalam keadaan bersedih

Merenungi nasib ayamku yang sedang

Dimabuk cinta, kita sama-sama menangis bahagia

Matamu ku bersihkan dengan

Senapan mesin yang panas sepanas darahku

Kembali ku sambut serangan yang datang dengan peluru-peluru yang sudah..

Membusuk, tidak laku lagi dijual

Oh, telurku! Oh ayamkuuuu

Sayang.....

Tidak perlu disesalkan, tataplah mataku kembali dan kau..

Terjang, hancurkan

Terlurku, Telurku

Akan ku dekatkan padamu, tenanglah, diamlah

Aku akan

Merobek-robek terus, melemparkan semua yang kita punya

Sambil mengucapkan

Teluuuuuur! Telurrrrrrr!

Sayangkuuuuuu!

Ku tusuk kau sampai mati, aku masih punya banyak

Telur dan ayamku

Aku cinta padamu sayang

Sampai darah penghabisan hingga akhirnya

Bertelur lagi

Dan telur ayamku adalah telur

Kekasihku...

Kita akan selalu bersama

Berjuang, selamanya untuk ber...

Telur! Telur! Begitu aku menjajakannya, setiap hari di..

Matamu yang besar bagai bola bekel, tapi kini hanya tinggal..

Mayat-mayat yang terbujur kaku dengan penuh luka di dada

Kalau maut mengancamku, aku takkan berpaling dari..

Kotoran ayam yang membujur kaku dengan penuh luka yang membujur kaku

Yang menyebabkan bau jingga

Aku penjual telur, setiap hari ku jual telur-telurku di

Bulan dan bintang menjadi saksi cinta kita

Kasih, kala ku menatap

Telurku, begitu besar jasamu, kau mengubah nasibku dari kemiskinan menjadi...

Kebringasan dalam membunuh musuh

Aku berteriak lantang menggenggam

Sepucuk surat cinta, kini hanya kenangan kala kita..

Bertelur sebanyak-banyaknya

Ku keluarkan telur-telurmu aku sangat bahagia walau sekejap hanya melihat

Tetes darah yang tertinggal, tapi aku masih berdiri kokoh

Ku tantang seribu penjajah dengan sebilah pedang dikanan dan seujung keris dikiriku sambil berteriak...

Merdeka!Merdeka!Merdeka!

            Reef: Merah putih

Terimakasih atas segala simpati dan partisipasi

Maafkan bila terdapat banyak salah dalam penyajian komposisi dan konsumsi

Dan bersiaplah untuk menikmati sajian trendi dari kami di periode selanjutnya.

Es cekek, es nangka,

Es durian, es kelapa

Itulah jenis es-es an.


NOTE: Tulisan warna merah sebagai anak pujangga, ungu sebagai orang patriot dan coklat penjual telur.

 Dikutip dari Youtube PPDU Channel

Friday, 26 August 2022

Riview Film Mencuri Raden Saleh

 
Film Mencuri Raden Saleh Mencuri Perhatian Penonton!



Film yang rilis kemarin, 25 Agustus 2022 itu disutradasari oleh Angga Dwimas Sasongko yang sukses memberikan amunisi berbeda bagi perfilman Indonesia. Peran Piko yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, Ucup yang diperankan oleh Angga Yunanda, Sarah dimainkan oleh atlit perempuan Aghniny Haque, Tuktuk oleh Ari Irham, Gofar yang diperankan Umay Shahab serta Fella oleh Rachel Amanda.

Sinopsis film Mencuri Raden Saleh, cerita ini disorot dari persahabatan Piko dan Ucup. Dimana mereka berdua bertemu di satu kosan, Piko seorang pelukis hebat yang mampu menyerupai lukisan aslinya. Sedangkan, Ucup seorang programer (hecker) yang memiliki kenalan kolektor pelukis terkenal Dini. Transaksi ketiganya diputuskan untuk plagiasi lukisan Raden Saleh karena Piko ingin menyelamatkan ayahnya dari penjara menebus senilai 2 milyar.

Pemain aktornya kelas pemeran utama menjadi sorotan sebagai penguat dari jalan cerita. Keenamnya mereka saling bertemu dengan keperluannya masing-masing dan disatukan untuk misi yang sama, yaitu mencuri lukisan Pencurian Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh. Film ini tak kalah dengan gaya film hollywood, pasalnya film ini hadir dengan alur cerita pencurian yang dibangun merasa tegang seperti tontonan bergenre fight pada umumnya.

Memang mereka bukan pencuri yang handal, karena ada beberapa strateginya yang tidak matang. Akan tetapi, film ini disuguhkan dengan pemain yang natural serta kocak sehingga penonton akan merasa ingin masuk kedalam kelompoknya. Selain hal itu, plot wist pada ending yang tidak diharapkan muncul ketika konflik dengan ayahnya.

Karena film ini masih hangat dan terkini, cobalah sendiri sensasi film Indonesia yang berbeda, tentu akan merasakan sendiri bahwa film ini cocok untuk yang memiliki waktu senggang, karena durasinya yang terbilang agak panjang 2jam 30 menit. Walaupun begitu, kerennya bisa memukat penonton tanpa berpaling dari layar. Selain itu, figur dan visualnya aktor yang menarik banyak kaum muda. Sehingga kurang dari 2 hari sudah tembus 300.000 lebih pasang mata.


   Dan ternyata aku sangat beruntung bisa melihat langsung pemain filmnya ketika aku . Sebetulnya tidak sengaja bertemu mereka, memang karena tidak mengikuti artis terkenal Indonesia. Tapi keseruannya tidak kalah pecah. 


Saturday, 20 August 2022

Riview Film Cruella (Sisi baik yang disamakan dengan Film Joker)

 


Cruella

Satu kata untuk film disney hostar plus ini, yaitu hampir sempurna. Karena tidak adak ada yang sempurna di dunia ini, melainkan benar-benar itu memang sempurna. Film yang keluar pada tahun 2021 ini mengisahkan seorang anak perempuan yang bernama Estella.

Lahir sebagai sosok yang genius, saking geniusnya ia paling mencolok karena rambutnya yang sebelah kiri hitam dan sebelah kanan putih. Sungguh seperti mempunyai dua kepribadian yang berbeda. Ya, itulah mengapa ia seringkali menamakan dirinya sebagai Cruella. Sebagai sisi lain dari Estella yang manis, lugu dan menuruti semua perkataan ibunya. Namun, berbeda sekali jika ia sebagai Cruella, bak disisi gelapnya. Anak manis itu berubah menjadi anak yang membangkang, sering berkelahi dan berani.

Karena perkelahian itulah, Estella berhenti sekolah dan pindah ke London bersama ibunya ia menemui seorang desainer busana yang terkenal dikota itu. Alih-alih diberikan belas kasihan, sayangnya ibu Estella dibunuh dengan cara memanggil tiga anjing-anjingnya yang didorong ke jurang. Estella yang melihat itu, ia lari dan menjatuhkan liontin pemberian ibunya.



Estella terus berlari sampai ditempat air mancur, ia sendirian bersama anjing coklat kesayangannya. Dunia berubah, Estella bertemu dengan kedua anak laki-laki pencuri. Satunya bertubuh gempal dan culun, sedangkan satunya lagi tinggi dan lumayan tampan. Mereka langsung akrab dan saling menguntungkan.

Kehidupan berlalu 10 tahun lamanya, mereka bertiga memiliki strategi mencuri yang lebih handal. Kemampuan Estella dalam menjahit dan menciptakan busana begitu sangat memukau. Ia  jatuh hati pada kegiatan menjahit itu dan ingin berhenti mencuri. Pada kesempatan lowongan pekerjaan di toko pakaian, Estella berusaha keras untuk merancang busana. Dan akhirnya ia dipertemukan lagi dengan wanita pembunuh ibunya.

Estella berusaha untuk melupakan kejadian itu, tapi ia berkata. “Ada beberapa tahapan dari kesedihan, yaitu sedih, marah, menerima, dan balas dendam.” Kemudian ia memilih untuk membalaskan dendamnya. Dengan cara menyamar sebagai Cruella si gadis rambut hitam putih itu kembali memusatkan perhatiannya di media masa.

Perkataan itulah banyak sekali yang berpikir bahwa film Cruella diadaptasi dari film Joker (2020) dimana film tersebut sempat booming. Lalu, apakah balas dendamnya terlaksanakan?

Penasaran, bisa tonton di aplikasi disney hostar plus.

Friday, 19 August 2022

Esai tentang Pendidikan

 Keefektifan Beasiswa bagi Pelajar dalam Membangun Pendidikan Indonesia yang Cerdas di era Milenial

 

1.    Pendahuluan

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar Pasal 31 ayat 1 menyatakan bahwa “Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan.” Artinya setiap warga negara berhak untuk mengenyam pendidikan dari mulai tingkat dasar hingga tingkat tinggi. Karena dengan didikan, manusia akan menumbuh kembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaannya.

Membangun pendidikan di negeri bumi pertiwi yang begitu luas ini tak semudah membalikkan telapan tangan. Karena kontribusi pelajar dinegeri pelosok masih dirasa kurang memadai. Entah sistem transportasi maupun komunikasi, masih saja negeri ini dilanda buta huruf. Padahal, masa terus berputar menindas kalangan yang tertinggal. Contohnya teknologi. Seperti kita ketahui, Zaman sekarang disebut era milenial dengan kecanggihan internet dan ilmu pengetahuan yang serba canggih, cepat, tersedia, hemat ongkos, dan semua yang dibutuhkan pasti ada.

1.1 Latar Belakang

Pemerintah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 160 tahun 2014 tentangg pemberlakuan Kurikulum 2013 dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer mulai dari SD, SMP hingga SMA, dan itu pun memerlukan dana yang tidak sedikit. Banyak sekolah mengeluhkan dana yang belum cair sedangkan kebutuhan materil semakin mendesak semuanya serba mahal. Hingga terpaksa meraup dari peserta didik tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi masing-masing.

1.2    Tujuan Penulisan

Tanpa adanya tujuan, sebuah tulisan tidak akan ada hasil dari apa yang dipikirkan penulis. Untuk itu, tanpa ada maksud menggurui saya ingin mengutarakan segala keresahan warga. Terutama yang berada disekitaran lingkungan agar pendidikan cerdas penuh integritas tinggi dapat terwujud. Tanpa adanya beban biaya bagi orang-orang yang kurang beruntung dalam segi penghasilannya.

Sebab mengingat kembali pada prinsip semakin tinggi derajat pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula kesejahteraan yang didapat. Tujuan pendidikan pada dasarnya menghantarkan para siswa dan mahasiswa menuju perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial agar hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial  demi menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

2. Isi

2.1 Paparan Masalah

Fundamen negeri adalah para pemuda berwawasan luas dengan bangga bersaing dengan negara lain. Berdasarkan data dalam  Education For All (EFA) yang dikeluarkan organisasi pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), menempatkan bidang pendidikan pada posisi ke-69 dari 127 negara di dunia. Terlihat dari situlah, pendidikan bangsa ini masih miris belum ada kesadaran atas segala dedikasi ilmu.

Lalu bagaimana cara negeri dapat menonjolkan kemampuan intelektualnya, sedangkan peringkat kesadaran pendidikan masih rendah? Masih banyak peluang dalam keinginan dan harapan demi bangsa yang kuat. Dari sekian banyak solusi keefektifan penyaluran bantuan yakni seperti adanya beasiswa pendidikan, dana tambahan bagi yang berprestasi pada bidangnya hingga penyaluran tenaga pendidik langsung.

Dan hal utama dalam hal beasiswa yang Indonesia butuhkan yakni berupa beasiswa bagi orang-orang yang cerdas dan kurang mampu untuk meneruskan sekolahnya.

2.2 Tinjauan Pustaka

Kategori beasiswa yang benar-benar membutuhkan seringkali keliru, banyak pelajar yang mampu dalam artian berkecukupan tak disangka mendadak memiliki surat keterangan tidak mampu agar menambah uang jajan bagi mereka. Pemanfaatan efektif tidaknya beasiswa ini perlu ditindaklanjuti, bukan jadi salah sasaran ini sering terjadi.

Salah satu alasan di era milenial adalah kegalauan, Karena diantara mereka ini dihadapkan pada kecanduan kuota yang membuat semuanya serba simple. Mulai dari e-book, e-mail, video hingga games semuanya bagaikan dunia maya berfantasi. Sedangkan, melihat pelajar lain yang kurang beruntung, mereka lebih memilih untuk lebih giat menuntut ilmu dengan buku, bekerja keras demi menghadapi kerasnya hidup untuk membiayai kuliah. Saya tidak akan menyebut namanya, karena dari sekian banyak orang pasti memikirkan biaya. Ya, kawanku ini bekerja kasar demi menyandang sarjana. Karena prinsipnya dengan ilmu dapat merubah dunia serta meningkatkan martabat bangsa.

Hal yang menjadi utama dalam permasalahan ini, seharusnya ada kesadaran sosialisasi dari pihak terkait, mengenai kriteria penerima beasiswa yang adil, dengan demikian muncullah penerima yang berhak bagi pelajar cerdas di Indonesia.

 

Cerpen Tema Covid-19

 Cerpen ini merupakan ajang lomba SMP se-majalengka, ia seorang anak didik yang masih duduk di kelas menengah. Karya ini saya tulis supaya diabadikan didalam blog. Selamat membaca dan menikmatinya sedari meminum kopi ataupun menyantap cemilan yang disukai. :)



Judul: Si Kecil Mematikan

Oleh: Dea Nur Fitriyah

Suasana pagi ini tampaknya mulai sepi, kegiatan-kegiatan banyak yang diberhentikan. Ya, sejak munculnya virus corona atau disebut Covid-19 berbagai daerah pelosok negeri mulai menerapkan peraturan untuk melakukan kegiatan dirumah saja.

Banyak kegiatan-kegiatan yang diliburkan, baik anak sekolahan, anak pondok maupun pekerja. Termasuk orang-orang yang sedang menuntut ilmu diluar kota atau anak pesantren, itu juga dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Karena adanya Covid-19 yang semakin menjadi-jadi.

Keesokan harinya di sekolah, lorong jalanan masih belum ada siapapun pandangan lurus di depan terdapat bangunan asrama.  Pak Widy menjemput anaknya ke luar kota yang sedang mondok disana. Sesampainya ia disana tidak langsung bertemu dengan anaknya karena persyaratan untuk masuk ke pondoknya harus memakai masker, membawa hand sanitizer, dan melakukan tes rapid antigen terlebih dahulu.

“Alhamdulillah saya negatif.” Ucap Pak Widy yang girang karena dapat menjemput anaknya.

Beberapa menit datanglah Nazhira begitulah nama dari anak Pak Widy, ia menghampiri Pak Widy dengan wajah senang. Karena sudah lama tak berjumpa dengan ayahnya.

“Nazhira, ayo kita pulang ibumu sudah menunggu di rumah.” Ucap Pak Widy.

“Ayo pak kita pulang. Aku sudah tidak sabar bertemu ibu di rumah.” Ucap Nazhira yang tak sabar ingin pulang ke rumah.

Sewaktu diperjalanan pulang, Nazhira berbicara kepada ayahnya.

“Yah udara yang berhembus hari ini terasa lembut menyentuh kulit. Saat adanya wabah corona mulai mendunia dan kegiatan-kegiatan banyak yang dihentikan dan aku mendengar berbagai berita mengenai kualitas udara di dunia semakin membaik. Karena ditengah pandemi atau wabah semua aktivitas dilakukan secara online.” Ucap Nazhira kepada ayahnya.

“Tetapi nak, di tengah situasi pandemi ini banyak anak-anak muda yang bermalas-malasan dan pekerja-pekerja yang diberhentikan menjadi pengangguran.” Ucap ayahnya yang menjawab pembicaraan anaknya.

“Iya sih kembali kepada diri sendiri dan tergantung niat kita begitu kan yah.” Ucap anaknya yang menjawab pembicaraan ayahnya.

Sesampainya dirumah ia cepat-cepat turun dari mobil untuk bergegas menemui ibunya dan memeluknya dengan erat.

“Nak... kamu disana baik-baik aja kan?” Tanya ibunya.

“Alhamdulillah aku disana baik-baik aja bu.” Ucap anaknya kepada ibunya dengan kondisi muka yang sangat girang karena berjumpa dengan ibunya.

“Syukurlah, ya udah ayo kita sholat berjamaah. Sehabis itu kita makan malam, soalnya ibu sudah menyiapkan makan malam dari sore.”

Sehabis sholat magrib, mereka langsung pergi ke meja makan untuk makan malam.

“Yeay, akhirnya aku bisa makan makanan ibu yang paling enak.” Ucap anaknya yang memuji masakan ibunya.

“Ahhh... kamu ini bisa aja.” Ucap ibunya menjawab pujian itu.

Pada hari itu, pembelajaran Nazhira dimulai dengan online atau melakukan pembelajaran melewati Handphone.

Beberapa jam setelah pembelajaran akhirnya selesai juga dan Nazhira langsung mendatangi ayah dan ibunya yang sedang di taman belakang rumah. Nazhira mendatangi ibu dan ayahnya dengan muka yang hilang keceriaan.

“Nak... ada apa denganmu? Tadi pembelajarannya lancar kan?” Tanya ayah yang khawatir dengan Nazhira yang saat ini sedang lesu.

“Lancar sih yah, cuma Nazhira tidak paham dengan pembelajaran daring. Aku kira pembelajaran daring itu mudah untuk memahami. Ternyata tidak mudah untuk dimengerti.” Ucap Nazhira dengan kondisi yang lesu.

“Nyatanya pandemi ini tidak hanya menyusahkan mahasiswa atau siswi dalam belajar, tetapi sektor ekonomi hingga pendidikan juga ikut merasakan dampaknya.” Ucap ibunya Nazhira sambil memikirkan bagaimana kedepannya.

Ayah dan Nazhira hanya bisa terdiam, sambil memikirkan ide untuk kedepannya lebih baik.

Hari itu, Pak Widy habis dari Balai Desa lalu Pak Widy mendengar pula celotehan ngawur ketika melewati warung. Walaupun, Pak Widy sudah melewati warung, Pak Widy memutuskan memutar balikan sepedanya. Karena, Pak Widy ingin tahu celotehan yang disebutkan tadi oleh Pak Ustman.

Lalu, Pak Widy berhenti karena ingin tahu. Tiba-tiba Pak Ustman berbicara kepada Pak Widy “Hati-hati loh Pak Widy kalo ke rumah sakit nanti di Covid-kan!” Ucap Pak Ustman yang menjawab pertanyaan Pak Widy.

Merasa tergelitik mendengar celotehan Pak Ustman, lalu Pak Widy ingin mencoba meluruskannya. Sambil menahan ketawa, Pak Widy menjelaskan dengan cara Pak Widy sendiri.

“Jadi, jika Pak Ustman menjaga protokol kesehatan, sudah di vaksin, menjaga pola makan dengan baik, dan selalu berolahraga. Insya Allah kita akan baik-baik saja, walaupun kita  ke rumah sakit.”

“Ya sudah Pak Ustman saya mau pamit pulang.”

Ketika mau pamit pulang, tiba-tiba Pak Ustman memberikan sesuatu. “Eehhh... bentar ini ada ayam geprek buat keluarga bapak engga usah bayar, saya ikhlas ko.” Ucap Pak Ustman kepada Pak Widy.

“Saya terima Pak Ustman atas pemberian ayam geprek untuk keluarga saya, terima kasih banyak Pak Ustman. Maaf merepotkan Pak Ustman.” Ucap Pak Widy yang merasa malu.

“Sama-sama Pak Widy, hati-hati dijalan pak.”

Setibanya dirumah Pak Widy bercerita kepada istri dan anaknya. Respon anak dan istrinya. “Mungkin Pak Ustman merasa bersalah. Karena sudah berbicara seperti itu atau mungkin merasa iba mendengar ceritamu.” Ucap ibu dan anaknya sambil terbahak-bahak.

Waktu libur kian diperpanjang, protokol kesehatan semakin ketat dan hari bergantian hari waktu libur berubah menjadi untaian untuk memulai beragam kisah berharga yang tak akan dapat dirasakan dilain hari.

Ide cemerlangpun muncul seketika, Nazhira cepat-cepat bertemu dengan ibu dan ayahnya untuk mengungkapkan ide cemerlang.

“Ibu, ayah aku tadi barusan mendapatkan ide.” Ucap Nazhira kepada mereka.

“Wah, apa tuh nak, sepertinya bagus tuh ide mu.” Jawab seorang ibu yang senang karena anaknya mempunyai ide untuk kebaikan di masa Covid-19 ini.

Jadi ide yang aku temukan. Gerakan di rumah saja bukan berarti rebahan untuk bermain game hanya bersantai, dll. Kita dapat mengisi kekosongan itu dengan menghafal quran, menulis cerpen maupun hal-hal positif saat di rumah.


Tuesday, 5 July 2022

Contoh Latar Belakang Skripsi



SKRIPSI

ANALISIS TOKOH PEREMPUAN DAN ALAM DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEE LESTARI MELALUI PENDEKATAN EKOFEMINISME SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Kehadiran Kritik sastra dapat menyelesaikan permasalahan yang umum. Seperti permasalan dan isu-isu sosial yang diselesaikan melalui jalan kritik bukanlah hal yang baru, melainkan kritik sastra ini sudah ada sejak sastra itu lahir. Ekofeminisme diperkenalkan oleh Francoide d’Eaubonne dalam La Feminisme ou la Mort Hal ini dikarenakan masih sedikitnya peneliti yang menggunakan pelestarian alam lingkungan sebagai kajian kritik sastra. Untuk itu, upaya pelestarian sudah semestinya diterapkan sebagai sarana pemertahanan ekosistem manusia. Sesuai dengan perkembangan sastra yang terus berkembang mengikuti perkembangan manusianya. Artinya, dengan sastra manusia mampu mempelajari pengalaman sebagai pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik.

Menurut jurnal penelitian mengatakan Fiter dan Noni (2021) Kritik sastra terhadap alam dan perempuan melalui karya sastra sastra merupakan sesuatu yang baru dan jarang sekali di lakukan di Indonesia. Upaya kritik dengan karya sastra yang dilakukan oleh pihak pelestarian alam dan kesejahteraan perempuan hadir sebagai respon manusia terhadap penindasan alam dan perempuan. Sehingga ekofeminisme dipilih menjadi kritik sastra sebagai ideologi dan asas yang mengkaji sebagai kritik alam dan perempuan.

Pengertian lain Susanto (2016: 31) mengatakan kritik sastra diartikan sebagai bentuk pengadilan terhadap karya sastra ataupun fenomena kesastraan. Perkembangan selanjutnya, kritik sastra memasuki satu bentuk penilaian terhadap karya sastra dan fenomena kesastraan. Penilaian itu meliputi penilaian baik ataupun penilaian buruknya karya sastra berdasarkan estetika atau standar tertentu. Penilaian yang berdasarkan pada standar tertentu itu sering menimbulkan persoalan antara baik dan buruknya karya. Maka, dari pernyataan keduanya dapat dihubungkan bahwasanya kritik sastra sebagi penilaian berdasarkan kritik sastra terhadap alam dapat dijadikan kajian karya sastra.

Selaras dengan yang diungkapkan oleh Septiaji (2019: 59) bahwasanya Kritik sastra mengenai alam merupakan persoalan ekologi namun dalam konteks kesusastraan terdapat dua hal yang menjadi latar belakang yaitu fenomena cerita dan tokoh. Fenomena cerita nyata yang digambarkan oleh pengarang karya sastra sedangkan keterlibatan tokoh sebagai pengungkap fenomena yang telah terjadi. Meskipun demikian, kehadiran tokoh menjadi sesuatu hal yang dapat menghidupkan sebuah cerita sebab karya sastra selalu berhubungan dengan relasi manusia dengan aspek-aspek yang dilingkungannya.

Tokoh perempuan dan alam (ekologi) merupakan aspek terpenting yang terdekat dalam kehidupan. Peran perempuan sebagai penentu awal kehidupan menjadi hal yang patut untuk diteliti. Tidak hanya itu, persoalan krisis alam kini menjadi pembahasan dalam persoalan ekofeminisme selain perempuan. Alam dapat digambarkan sebagai napas dunia, menjadi penentu perkembangan era manusia. Itulah mengapa kajian kritik sastra ekofeminisme tergabung dan terlahir dari induk feminisme.

Aktivitas kesastraan kaum perempuan dianggap sebagai wujud yang nyata dari kesadaran sosial. Menurut pandangan feminisme, kesastraan menjadi alat perjuangan ataupun gerakan perubahan untuk melawan berbagai bentuk penyanderaan ataupun objektivitasi kaum perempuan. Baginya, baik laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan secara sosial akibat dari kontrol sosial. Keragaman gerakan feminisme akhirnya membawa pengertian dan kedudukan kesastraan yang juga beragam dan kompleks. Sebagai contoh yang diucapkan Susanto (2016: 2) Feminisme memandang bahwa kesastraan perempuan lebih dipandang sebagai kelas kedua dalam masyarakat kapitalis patrilineal. Feminis sosialis akhirnya memanfaatkan sastra sebagai wujud perubahan sosial yang mampu menghadirkan satu kesadaran sosial dan pengalaman sosial dari perempuan yang tertekan. Melalui kesastraan, perempuan diharapkan sebagai awal ataupun penyebab dari penindasan perempuan terutama sistem ekonomi kapitalis.

Perempuan dalam sastra inilah isu utama yang berhubungan dengan feminisme tentang posisi, kedudukan, pengalaman hidup dan bentuk-bentuk tulisan perempuan dalam sastra. Hal ini pun dinyatakan dalam penelitian Septiaji dan Nuraeni (2020) bahwa peranan perempuan sangat penting karena sastra kerap kali mengisahkan tentang batasan gender dan pandangan mengenai perempuan. Oleh karena itu, pengaruh atau peranan perempuan yang sangat spesifik dan jelas terdapat pada novel. Novel memiliki alur yang sangat lengkap serta gambaran mengenai tokoh yang disajikannya pun sangat padat dan tentu saja dapat dijadikan sebagai bahan kajian atau kritik sastra.

Novel merupakan bagian dari karya sastra melalui bentuk lainnya sepeti prosa, puisi, dan drama. Namun, perbedaannya terletak pada penyajiannya, novel terbentuk dalam karya fiksi yang menyampaikan permasalahan kehidupan yang kompleks. Seorang pengarang mampu mengarang sebuah karya sastra fiksi termasuk novel dengan baik dan biasanya tema yang diangkat diambil dari kehidupan yang pernah pengarang alami sendiri, pengalaman orang lain dari kehidupan yang pernah pengarang alami sendiri, pengalaman orang lain yang mengarang lihat dan dengar, ataupun hasil imajinasi pengarang.

Karya sastra berupa novel yang diterbitkan penulis Indonesia Dee Lestari, bukunya yang ke 12 ini berjudul Aroma Karsa merupakan hasil riset pedulinya terhadap lingkungan. Dalam dokumenter pribadinya menyatakan bahwa menulis Aroma Karsa bukan hanya khayalan, melaikan implikasi dari potret kehidupan nyata. Melalui risetnya sekaligus menggarap lingkungan melalui pengelolaan sampah inilah menjadi inspirasi dari novel tersebut.

Aroma Karya menggambarkan novel yang membahas pencarian tanaman Puspa Karsa dengan dibalut berwawasan ekologis. Selain itu, Kekuatan dalam alur sebuah cerita tidak terlepas dari tokoh, sebagai penentu jalannya sebuah cerita. Peran daripada penokohan sangatlah menentukan mata angin bagi alur cerita didalamnya. Tokoh sentral Janirah, Raras Prayagung dan Tayana Suma merupakan sosok perempuan dengan karisma yang tinggi. Tokoh merekalah yang menjadi penguat daripada tokoh yang lainnya, sebagaimana tokoh karakter pewayangan Dewi Srikandi yang biasa disebut sebagai tokoh perempuan yang gigih dan pemberani. Begitupun sosok Kartini dengan kutipan terkenalnya “Habis Gelap terbitlah Terang.”

 Dalam kurikulum 2013 pendidikan Sekolah Menengah Atas, konsep pembelajaran sastra pada mata pelajaran Bahasa Indonesia selalu didasarkan pada standar karena segala tindakan yang dilakukan harus berlandaskan alasan yang sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satunya dengan memahami sastra sebagai bahan ajar. Guru yang bertanggung jawab terhadap ketercapaian materi ajar sebagai indikator penentunya. Oleh karena itu, guru merupakan perpaduan penafsiran dan prediksi. Sesuai yang dinyatakan menurut Rozak (2016: 2) Penafsiran merupakan kegiatan yang  menentukan rangkaian kegiatan awalnya. Guru selalu berhubungan dengan penyusunan kegiatan secara sistematik. Proses pembelajaran selalu bermula dari apa yang ditentukan sejak awal. Oleh karena itu, guru disyaratkan menguasai isi dan cara mengajarkannya. Bentuk pembelajaran apapun selalu berfokus pada kondisi seperti ini, termasuk juga pembelajaran sastra.

Pembelajaran sastra menyesuaikan dengan perkembangan karya sastra yang berkembang sesuai zamannya, misalnya seperti karya-karya penulis populer Dewi Lestari, Tere Liye, Boy Candra, Fiersa Besari, Rintik Sedu dan lainnya yang mempunyai genre romantis melalui penggunaan bahasa dan keadaan sesuai dengan dipasaran. Walaupun kritik sastra masih dengan teori yang sama. Pembelajaran sastra ini setiap tahunnya berkembang sesuai dengan kondisi di sekolah. Karena seiring berjalannya waktu banyak karya sastra yang dipublikasikan semakin beragam. Ditandai dengan media wattpad melalui metode publikasi terkini yakni secara online sehingga penulis dapat mengakses tulisan dimanapun dan kapanpun.

Bentuk pembelajaran sastra seharusnya diarahkan pada kegiatan apresiasi. Apresiasi memungkinkan pembicaraan pada arah penikmatan karya sastra dengan benar, teratur, dan mempertimbangkan berbagai unsur. Karya sastra memang untuk dinikmati. Penikmatan ini memerlukan alat yang tepat. Alat inilah yang seharusnya disiapkan oleh guru para muridnya. Para murid belajar sastra memerlukan bimbingan yang tepat.

Dalam kaitannya materi pembelajaran sastra khususnya novel terdapat pada nilai-nilai dalam cerpen atau novel kelas XII Sekolah Menengah Atas. Untuk itulah, pembelajaran sastra dapat sangat dekat bagi pendidik maupun peserta didik.

Disamping itu, peneliti mendapatkan beberapa penelitan lain yang sesuai berdasarkan judul penelitian tersebut diantaranya sebagai berikut:

1)      Skripsi berjudul “Peran Perempuan Terhadap Alam dan Lingkungan dalam Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari (Kajian Ekofeminisme Francoide D’eaubonne)”. Oleh Muftia JB, Universitas Negeri Makassar, Fakultas Bahasa dan Sastra Jurusan Bahasa dan Sastra Indoneia. Pada tahun 2019.

Memaparkan mengenai peran dan posisi perempuan yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari. Menurutnya manusia tidak dapat lepas dari alam dan lingkungan sekitarnya. Dari alamlah manusia mendapatkan sumber makanan, bahan sandang, sehingga membangung tempat tinggal.

2)      Jurnal berjudul “Tokoh-Tokoh Perempuan Peduli Lingkungan dalam Novel Partikel Karya Dee Lestari: Pendekatan Ekofeminisme”. Oleh Yusi Nuraeni dan Aji Septiaji. Diterbitkan oleh Diglosia – Jurnal Pendidikan, Kebahasaan dan Kesusastraan Indonesia, Pedidikan Bahasa Indonesia, Universitas Majalengka. Pada tahun 2019.

Penelitian ini mengenai lingkungan alam (ekologi) dan peranan perempuan (feminisme) dinamakan ekofeminisme. Objek penelitian ini ialah novel Partikel karya Dee Lestasri. Ekofeminisme memandang bahwa perempuan secara kultural dikaitkan dengan alam. Oleh sebab itu, tokoh perempuan merupakan bagian dari sebuah cerita dalam karya sastra. Seperti halnya tokoh laki-laki, tokoh perempuan juga memiliki peranannya sesuai dengan jalan cerita yang telah ditetapkan penulis. Peranan perempuan dalam karya sastra selalu menjadi hal yang menarik terutama jika tokoh tersebut memiliki karakter atau penokohan yang sangat unik seperti adanya perjuangan dalam menuntut pendidikan, pelestarian lingkungan serta memperjuangkan hak sebagai perempuan. Tokoh perempuan identik dengan kajian feminis atau kritik feminis.

3)      Jurnal berjudul “Ekofeminisme dalam Novel Akik dan Penghimpun Senja Karya Afifah Afra”. Oleh Andaru Ratnasari dan Liana Eka Wardani.

Penelitian ini membahas pertama, bentuk etika kepedulian terhadap lingkungan yang terdapat dalam novel Akik dan Penghimpun Senja Karya Afifah Afra. Kedua, bentuk peran perempuan terhadap lingkungan yang terdapat dalam novel Akik dan Penghimpun Senja Karya Afifah Afra.

4)      Jurnal berjudul “Dekonstruksi Terhadap Kuasa Patriarki atas Alam, Lingkungan Hidup dan Perempuan dalam Novel-Novel Karya Ayu Utami”. Oleh Wiyatmi, Maman Suryaman dan Esti Swatikasari.

Penelitian ini mendeskripsikan strategi dekonstruksi terhadap kuasa partriarki atas alam, lingkungan hidup dan perempuan dalam novel-novel Ayu Utami. Penelitiani ini meggunakan aliran pemikiran ekofeminisme. Sumber data adalah tiga novel karya Ayu Utami, yaitu Bilangan Fu, Manjali fan Cakrabirawa dan Maya. Hasil penelitian sebagai berikut: pertama, ketiga novel tersebut menggambarkan perjuangan di kawasan taman bumi Sewugunung dan situs candi Calwanarang di era Orde Baru. Kedua, bentuk perlawanan yang dilakukan oleh sejalan dengan pemikiran ekofeminisme dan merupakan strategi dekonstruksi terhadap kuasa patriarki atas alam, lingkungan dan perempuan.

Berdasarkan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ada persamaan melalui pendekatan ekofeminisme dengan objek perempuan dan alam. Namun tentu saja hasil karya dari setiap penulis memiliki perbedaan dalam segi sudut pandang penulis. Dengan begitu, peneliti menetapkan judul “Analisis Tokoh Perempuan dan Alam dalam Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari melalui Pendekatan Ekofeminisme Sebagai Bahan Ajar di SMA” untuk dijadikan bahan ajar di Sekolah Menengah Atas.